PERSEPSI MAHASISWI UNIVERSITAS SYIAH KUALA TERHADAP SPA SEBAGAI SARANA PERAWATAN KESEHATAN, KEBUGARAN DAN KECANTIKAN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI MAHASISWI UNIVERSITAS SYIAH KUALA TERHADAP SPA SEBAGAI SARANA PERAWATAN KESEHATAN, KEBUGARAN DAN KECANTIKAN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Rina Mauliana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0301102020163

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen (S1) / PDDIKTI : 61201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mahasiswi merupakan salah satu kelompok konsumen yang memanfaatkan layanan Spa sebagai sarana perawatan kesehatan, kcbugaran dan kecantikan. Mereka memiliki karakteristik individu yang berbeda satu sama lain, terutama jika dilihat dari daerah asal (kota dan desa), pekerjaan orang tua., status perkawinan dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan persepsi mahasiswi Universitas Syiah Kuala terhadap Spa sebagai sarana perawatan kesehatan, ':ebugaran, dan kecantikan di Kota Banda Aceh.
Responden penelitian sebanyak 129 orang mahasiswi yang memanfaatkan layanan Spa di tiga salon kecantikan di Kota Banda Aceh. Perbedaan persepsi yang dimaksudkan dalam penelitian ini dilihat dari karakteristik individu mahasiswi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuesioner. Selanjutnya data dianalisis dcngan rncnggunakan peralatan statistik non parametrik uji Mann-Whitney Test.
Hasil penelitian menunjukkan secara umum mahasiswi Unsyiah yang memiliki persepsi yang baik terhadap Spa. Persepsi mahasiswi terhadap Spa tidak berbeda menurut perbedaan status perkawinan, pekerjaan orang tua, ada atau tidaknya mereka bekerja sampingan selain kuliah, dan perbedaan daerah asa1 (desa dan kota). Dcngan demikian dapat disimpulkan bahwa pelayanan Spa sudah dipersepsikan sama oleh mahasiswi. Dengan kata lain, baik mereka yang berasal dari desa atau pun kota, menikah atau bclum menikah maupun mereka yang berasal dari kalangan keluarga PNS dan bukan PNS memiliki persepsi yang sama terhadap Spa.
Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah, persepsi mahasisi tcrhadap Spa tidak berbeda mcnurut karakteristik individu mahasiswi yang bersangkutan. Hal ini disebabkan, secara umum mereka memiliki persepsi yang baik terhadap Spa scbagai sarana perawatan kesehatan, kebugaran, dan kecantikan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK