<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146235">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA ALGORITMA TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL PADA JARINGAN 4G LTE DENGAN ANTRIAN DROP TAIL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Isma Istiqamah Ash-Shiba</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Komunikasi nirkabel memungkinkan perangkat terhubung tanpa memerlukan kabel fisik, sebagaimana terlihat pada jaringan seluler modern. Meskipun penelitian sebelumnya telah memberikan wawasan tentang jaringan nirkabel, studi tentang dampak penerapan dua jenis Transmission Control Protocol (TCP) pada jaringan nirkabel dengan antrian drop tail masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dua algoritma TCP, yaitu Bottleneck Bandwidth and Round-trip time (BBR) dan CUBIC, pada jaringan seluler dengan topologi single hop. Perbandingan dilakukan dengan mengevaluasi parameter Throughput, Round-Trip Time (RTT), dan Packet Delivery Ratio (PDR) dalam kondisi single flow dan multi-flow. Pemodelan jaringan dan simulasi kinerja dilakukan menggunakan simulator jaringan NS3. Tahapan penelitian meliputi perancangan model jaringan, implementasi algoritma TCP BBR dan CUBIC, simulasi kinerja, analisis data, hingga evaluasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi single flow, TCP BBR memiliki karakteristik agresif dalam pengelolaan CWND, menghasilkan throughput tinggi. Namun, agresivitas ini juga menyebabkan fluktuasi besar pada RTT dan CWND, yang mengakibatkan ketidakstabilan latensi dan kurang sesuai untuk aplikasi real-time. Sebaliknya, TCP CUBIC menunjukkan performa yang lebih stabil dengan fluktuasi yang kecil, menjadikannya lebih cocok untuk aplikasi yang memerlukan kestabilan jangka panjang. Dalam kondisi multi flow, perbedaan karakteristik kedua algoritma menjadi lebih nyata. TCP BBR tetap agresif dalam memaksimalkan throughput dengan CWND yang lebih besar, tetapi hal ini mengorbankan kestabilan RTT dan PDR. Sementara itu, TCP CUBIC menunjukkan kestabilan yang lebih baik dengan RTT yang lebih rendah dan PDR yang lebih konsisten, sehingga lebih andal untuk mendukung beberapa aliran data secara bersamaan.&#13;
Kata kunci: TCP, BBR, CUBIC, antrian drop tail, jaringan 4G LTE&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146235</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 14:52:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 15:51:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>