Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH JANGKAUAN FASILITAS KESEHATAN, SANITASI, DAN KETAHANAN PANGAN TERHADAP PREVALENSI STUNTING PADA ANAK DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
RESI SELVI YANTI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Evalina Z. - 198110262005012003 - Dosen Pembimbing I
Farisa Sabila - 199202232019032023 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2004110010040
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Faktor penyebab stunting terdiri atas faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung meliputi asupan gizi yang kurang, sedangkan faktor tidak langsung terkait dengan keadaan lingkungan dan hygiene yang kurang baik memungkinkan terjadinya penyakit infeksi seperti diare dan infeksi saluran pernapasan sehingga dapat menyebabkan stunting. Kota Banda Aceh merupakan ibu kota Provinsi Aceh dengan prevalensi stunting sebesar 21,7% sehingga angka tersebut masih melebihi ambang batas standar Organisasi Kesehatan Dunia yaitu 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jangkauan fasilitas kesehatan, sanitasi, ketahanan pangan, dan prevalensi stunting sehingga diketahui bagaimana pengaruh jangkauan fasilitas kesehatan, sanitasi, dan ketahanan pangan terhadap prevalensi stunting. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan melakukan observasi pada data sekunder dari instansi terkait. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis statistik regresi berganda untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel jarak jangkauan fasilitas kesehatan, sanitasi, dan ketahanan pangan terhadap prevalensi stunting. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jangkauan fasilitas kesehatan, sanitasi, dan ketahanan pangan terhadap prevalensi stunting sebesar 15%. Variabel jangkauan fasilitas kesehatan secara parsial tidak berpengaruh terhadap prevalensi stunting, sanitasi secara parsial juga tidak memiliki pengaruh terhadap prevalensi stunting. Sementara itu, ketahanan pangan menunjukkan adanya pengaruh signifikan negatif terhadap stunting. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi kebijakan dan perbaikan, serta meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan, sanitasi yang layak, dan ketahanan pangan yang baik sebagai upaya dalam menekan angka stunting di Kota Banda Aceh.
Kata kunci: Jangkauan Fasilitas Kesehatan, Ketahanan Pangan, Kota Banda Aceh, Sanitasi, Prevalensi Stunting
The causes of stunting consist of direct and indirect factors. Direct factors include inadequate nutritional intake, while indirect factors are related to poor environmental conditions and hygiene that allow infectious diseases such as diarrhea and respiratory tract infections to occur, which can cause stunting. Banda Aceh City is the capital of Aceh Province with a stunting prevalence of 21.7%, so this figure still exceeds the World Health Organization's standard threshold of 20%. This study aims to determine the condition of the reach of health facilities, sanitation, food security, and stunting prevalence so that it is known how the reach of health facilities, sanitation, and food security affects the prevalence of stunting. The data collection technique in this study was by observing secondary data from related agencies. The analysis technique used was quantitative descriptive with multiple regression statistical analysis to determine whether there was a relationship between the variables of the distance of health facilities, sanitation, and food security on the prevalence of stunting. The results of this study indicate that the reach of health facilities, sanitation, and food security affects the prevalence of stunting by 15%. Furthermore, the variable of the reach of health facilities partially does not affect the prevalence of stunting, and sanitation partially also does not. Meanwhile, food security shows a significant negative effect on stunting. This research is expected to provide input for policies and improvements, as well as increase access to health facilities, proper sanitation, and good food security to reduce stunting rates in Banda Aceh City. Keywords: Health Facility Coverage, Food Security, Banda Aceh City, Sanitation, Stunting Prevalence
PENGARUH JANGKAUAN FASILITAS KESEHATAN, KETAHANAN PANGAN, DAN SANITASI TERHADAP PREVALENSI STUNTING DI KAWASAN PERDESAAN (STUDI KASUS : KABUPATEN BENER MERIAH) (Mifta Diana Fitri, 2024)
DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI INKLUSIF DAN KETAHANAN PANGAN TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING: ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) VARIABEL MEDIASI KONSUMSI PROTEIN (Chris Candra Januar Pratama, 2024)
PENERAPAN MULTI ARM-BANDIT DAN PARTITION AROUND MEDOID (PAM) DALAM PENGELOMPOKAN STATUS KETAHANAN PANGAN DI PULAU SUMATRA TAHUN 2022 (NAILA ANASTASYA ANSHOR, 2024)
PENERAPAN MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION PADA PREVALENSI BALITA STUNTING DI PULAU SUMATRA TAHUN 2022 (Fera munawarah, 2024)
IMPLEMENTASI ALGORITMA DECISION TREE DAN DECISION TREE XGBOOST DALAM PENENTUAN FAKTOR BERPENGARUH KELUARGA BERISIKO STUNTING PADA KOTA BANDA ACEH DAN SUBULUSSALAM (Nadia Balqis, 2025)