<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146201">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN SELF-HARM PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADYA INNAYATILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Prevalensi perilaku self-harm menunjukkan peningkatan yang signifikan di kalangan populasi mahasiswa universitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran self-harm pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel 394 responden dengan pengambilan sampel di 12 fakultas menggunakan teknik proportional sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner Self-Harm Inventory (SHI) melalui google form. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 394 responden, 1.8% responden dengan kategori self-harm berat, 18.8% responden dengan kategori self-harm ringan dan 79.4% responden dengan kategori tidak terindikasi melakukan perilaku self-harm. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa mayoritas mahasiswa universitas tidak terindikasi self-harm, namun hampir 20% memiliki indikasi self-harm ringan dan berat. Dengan adanya hasil penelitian ini, maka diharapkan universitas dapat memberikan edukasi mengenai self-harm sebagai bentuk pencegahan primer, menyediakan layanan skrining sebagai pencegahan sekunder dan melakukan rujukan ke pusat rehabilitasi psikiatri bagi responden dengan self-harm berat dan diharapkan universitas, untuk lebih memperhatikan kondisi mahasiswa guna mencegah perilaku self-harm ke arah yang lebih berat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146201</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 12:59:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 15:38:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>