<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146167">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI SUARA AL-QUR’AN TERHADAP DIFERENSIASI SEL PUNCA MESENKIMAL ASAL DARAH TEPI MANUSIA (HOMO SAPIENS) MENJADI SEL SARAF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmah Qisti Nandina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Biologi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sel punca mesenkimal (SPM) banyak dikembangkan potensinya untuk mengobati berbagai penyakit, hal ini dikarenakan SPM dapat berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel spesifik dan dengan mudah diperoleh dari jaringan dewasa, salah satunya darah tepi. Suara Al-Qur’an dapat memberikan efek terapeutik dengan merangsang hormon - hormon pertumbuhan yang penting dalam proses perbaikan jaringan.  Penelitian ini menggunakan suara Al-Qur’an berupa murottal surat Al-Fatihah sebagai faktor eksternal yang merangsang diferensiasi sel punca mesenkimal asal darah tepi manusia menjadi sel saraf. Sampel darah diambil dari 3 orang laki-laki berusia 20-25 tahun, tidak merokok dan bebas HIV serta Hepatitis B. Sel punca mesenkimal diisolasi dengan metode gradien densitas menggunakan Fiqol. Sel punca mesenkimal diberi media diferensiasi saraf selama 21 hari dan diberi pemaparan suara Al-Qur’an selama 25 menit/hari. Hasil dianalisis berdasarkan hasil amplifikasi yang dilihat dengan nilai Ct pada qPCR menggunakan marka penanda saraf Nestin dan Tuj1 serta GAPDH sebagai gen kontrol. Hasil Analisis nilai Ct menunjukkan peningkatan ekspresi penanda saraf Nestin 1.5 x dan Tuj1 2.5 x lebih tinggi pada sel yang diberi pemaparan suara Al-Qur’an dibanding kontrol. Hasil ini menunjukkan suara Al-Qur’an berupa murottal Al-Fatihah berpotensi sebagai faktor eksternal dalam diferensiasi sel punca mesenkimal asal darah tepi manusia menjadi sel saraf.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Sel Punca Mesenkimal (SPM), Darah Tepi Manusia, Suara Al-Qur’an</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146167</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 12:07:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 12:10:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>