<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146137">
 <titleInfo>
  <title>TRANSFORMASI RUANG PADA RUMAH TRADISIONAL ACEH DI KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JABAL NUR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Rumah  tradisional  Aceh  merupakan  sebuah  proses  panjang  ekstraksi  nilai-nilai budaya dari masyarakat Aceh itu sendiri. Proses itu diawali dari sebuah gagasan pola  fikir  yang  kemudian  berkembang  menjadi  sebuah  perilaku  dan  penentuan sikap yang bersifat turun temurun hingga akhirnya membentuk sebuah hunian yang sangat berkarakter   dan memiliki identitas  yang kuat. Namun seiring berkembangnya zaman dan  berubahnya tata  nilai  pada  budaya masyarakat  Aceh,  rumoh  Aceh  yang  asli semakin sulit ditemui. Banyak rumoh Aceh yang sudah dimodifikasi oleh pemiliknya untuk   memenuhi kebutuhan   ruang   sebagai   media   aktivitas   sehari-hari   mereka. Penelitian ini dilakukan di Desa Blang Lhok kaju Kabupaten Pidie, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar  aspek  yang  ada  pada rumoh  Aceh  di  Pidie  mengalami  Transformasi,  yaitu  perubahan penambahan ruang dan  fungsi  ruang.  Perubahan  tersebut  terjadi  pada bagian belakang rumah Aceh dan juga terjadi di bagian seuramoe keu  (serambi  depan),  seuramoe teungoh  (serambi  tengah) dan seuramoe likoet  (serambi  belakang).  Faktor  yang  berpengaruh terhadap perubahan pada rumah Aceh adalah adanya pergeseran budaya dari  masyarakat  Aceh  sehingga  mengakibatkan  perubahan  pada  beberapa  elemen  rumah  Aceh.  Perubahan-perubahan  tersebut  merupakan  kesesuaian  terhadap budaya  masyarakat  Aceh  saat  ini.  Perubahan  yang terjadi masih mendukung kehidupan secara kultural dan estetika. Faktor lainnya yang  cukup  mendukung  terjadinya  perubahan  pada  rumoh  Aceh  adalah  kemampuan  finansial dari pemilik rumah yang lebih baik.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Transformasi, Rumoh Aceh, arsitektur tradisional, perubahan ruang, Kabupaten Pidie.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146137</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 11:27:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 11:29:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>