<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146087">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS SITOTOKSIK DAN ANTIPROLIFERASI DARI EKSTRAK DAN FRAKSI KUBIS PUTIH TERHADAP MEKANISME PEMACUAN APOPTOSIS PADA SEL KANKER PAYUDARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AZALIA NOOR KARIMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kanker payudara menduduki peringkat kedua (2,3 juta kasus) penyebab kematian akibat kanker pada wanita dari seluruh dunia.Terapi agen kemoterapi konvensional terhadap sel kanker saat ini menunjukkan berbagai macam permasalahan seperti efek samping, resistensi obat yang terjadi secara cepat serta biaya yang mahal. Tanaman kubis putih (Brassica oleracea var. Capitata L.) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antikanker payudara. Kubis putih pada penelitian ini diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, yang selanjutnya difraksinasi dengan pelarut etil asetat. Ekstrak etanol kubis putih mengandung senyawa turunan indole, golongan asam lemak dan golongan sterol yang berpotensi sebagai antikanker, teridentifikasi menggunakan GC-MS dan LC-HRMS. Aktivitas sitotoksik ekstrak etanol kubis putih dan fraksi kubis putih ditentukan dengan mengamati aktivitas sitotoksik terhadap sel T47D, sel MCF-7, dan sel 4T1 menggunakan metode  [3- (4,5- dimetiltiazol-2-il) -2,5- difenil tetrazolium bromida] (MTT). Persentase sel hidup dan nilai IC50 selanjutnya dihitung menggunakan microsoft excel melalui persamaan regresi linear. Pengujian mekanisme pemacuan apoptosis dianalisis menggunakan metode flow cytometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kubis putih (EEKP) dan fraksi etil asetat kubis putih (FEAKP) memiliki potensi antikanker paling baik yang ditunjukkan dari nilai IC50. EEKP memiliki aktivitas sitotoksik yang cukup baik dan FEAKP memiliki aktivitas sitotoksik yang rendah terhadap sel MCF-7 dengan nilai IC50 84,325 µg/mL dan 171,35 µg/mL. Aktivitas sitotoksik EEKP dan FEAKP tergolong rendah untuk sel T47D dengan nilai IC50 447,386 µg/mL dan 436,754 µg/mL. Namun EEKP dan FEAKP ini tidak aktif terhadap sel 4T1 dengan nilai IC50 -78,089 µg/mL dan 726,421 µg/mL. Analisis mekanisme pemacuan apoptosis menunjukkan bahwa pemacuan apoptosis EEKP dan FEAKP terjadi pada fase apoptosis awal terhadap sel T47D. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol kubis putih dan fraksi etil asetat kubis putih memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 dan T47D serta berpotensi sebagai antikanker melalui mekanisme pemacuan apoptosis pada sel kanker payudara T47D.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146087</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 10:43:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 10:45:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>