PERBAIKAN KARAKTERISTIK PLASTIK BIODEGRADABLE PATI SAGU DENGAN PENAMAHAN BAHAN TAMBAHAN (MINYAK SAWIT DAN SERAT SELULOSA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBAIKAN KARAKTERISTIK PLASTIK BIODEGRADABLE PATI SAGU DENGAN PENAMAHAN BAHAN TAMBAHAN (MINYAK SAWIT DAN SERAT SELULOSA)


Pengarang

Ruhul Haya - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0251510062

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Plastik biodegradable adalah suatu bahan yang pada kondisi dan waktu tertentu mengalami perubahan dalam struktur kimianya, yang mempengaruhi sifat-sifat yang dimilikinya oleh pengaruh mikrooganise (bakteri, jamur, alga). Plastik biodegradable dapat digunakan layaknya seperti plastik konvensional (sintetis), karena sifatnya yang dapat didegradasi dan kembali ke alam maka plastik biodegradable merupakan bahan plastik yang ramah terhadap lingkungan. Peneliti ini bertujun untuk memperbaiki karakteristik plastik biodegradable pati sagu dengan memperhatikan pengaruh perlakuan penambahan plasticizer dan penambahan bahan tambahan (minyak sawit dan serat seluloss ampas tebu). Variabel yang digunakan adalah perlaloan penambahan plasticizer yang terdiri dari taraf yaitu tanpa penambahan plasticizer, gliserol (7%), da sorbitol (7%). Jenis bahan tambahan yang terdiri dari 2 taraf yaitu minyak sawit dan minyak sawit dengan serat selulosa, serta konsentrasi bahan tambahan yang tendiri dari 3 taraf yaitu 2%, adalah 4% dan 6%. Analisis yang dilakukan kuat tank, elongasi, penyerapan air, tingkat kelarutan, permeabilitas oksigen, persentase penguraian dan ketebalan. Plasticizer (sorbitol dan gliserol) ditambahkan untuk meningkatkan kuat tarik film, kedua plasticizer ini diharapkan dapat membentuk ikatan temu silang (cross linked sehingga diperoleh film dengan kuat tarik yang tinggi. Bahun tabahan (minyak dan serat selulosa) ditambahkan ke dalam campuran pastik biodegradable untuk memperbaiki sifat melanis plastik yang diinginkan. Minyak sawit dapat menyediakan barier yang efektif bagi uap air (Garcia et al,, 2000). Nilai kuat tarik plastik biodegradable tertinggi diperoleh pada penambahan sorbitol, dengan meningkatnya konsentrasi bahan maka tambahan nilai kuat tarik semakin tirggi. Nilai kuat tarik plastik biodegradable dergan penambahan minyak sawit dengan serat selulosa lebih tinggi dari plastik biodegradable dengan penambahan minyak sawit. Sedangkan nilai elongasi tertinggi diperoleh pada penambahan gliserol, dengan meningkatnya konsentrasi tambahan bahan maka nilai elongasi semakin rendah. Nilai elongasi plastik biodegradable dengan penambahan minyak sawit lebih tinggi dari plastik biodegradable dengan penambahan minyak sawit dengan serat selulosa
.Nilai permebilitas O2 semakin meningkat dengan meningkatnya konsentrasi bahan tambahan, penambahan minyak sawit dengan serat selulosa menghasilkan nilai permeabiitas O2 lebih tinggi daripada penambahan minyak sawit. Nilai permeabilitas O plastik biodegradable dengan penambahan sorbitol lebih rendah daripada penambahan gliserol dan perlakuan tanpa plasticizer.
Laju penguraian plastik biodegradable diengan penambahan minyak sawit dengan semi selulosa lebih tinggi dari plastik biodegradable dengan penambahan minyak sawit saja. Laju penguraian plastik biodegradable tertinggi diperoleh pada penambahan sorbitol dan dengan meningkatnya konsentrasi bahan tambahan maka perentase penguraian semakin tinggi Pelakuan penambaha plasticizer, jenis dan konsentri bahan tambahan berpengaruh terhadap ketebalan. Plastik biodegradable dengan penambahan sorbitol lebih tebal daripada penambahan gliserol dan perlakuan tanpa plasticizer. Plastik biodegradable dengan penambahan minyak sarwit dengun serat selulosa lebih tebal daripada plastik biodegradable dengan penambahan minyak sawit saja. Konsentrasi bahan tambahan yang semakin tingqi dapat meningkatkan ketebalan plastik biodegradable
Pemilihan kondisi yang terbaik pada plastik biodegradable dapat dilakukan berdasarkan aplikasinya. Dari uji kuat tarik, kondisi plastik biodegradable yang terbailk adalah pada penambahan sorbitol dan penambahan minyak sawit dengan serat selulosa 6%. Untuk uji penyerapan dan kelarutan dalam air, kondisi plastik biodegradable yang terbaik adalah pada perlakuann tanpa penambahan plasticizer dengan penambahan minyak sawit 6%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK