<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145881">
 <titleInfo>
  <title>EXPLORATION OF THE ORAL TRADITION OF TABOOS FOR PREGNANT WOMEN IN ACEH SOCIETY AND ITS RELATIONSHIP WITH SCIENCE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Azkiya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji tabu kehamilan di masyarakat Aceh dan kaitannya dengan bidang obstetri dan ginekologi. Tradisi lisan, termasuk tabu, merupakan kunci warisan budaya Aceh, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari melalui peran sosial dan pendidikannya. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana praktik budaya ini selaras dengan pengetahuan medis modern. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 12 orang ibu hamil, ibu yang mempunyai pengalaman hamil, dan pengasuh, serta konsultasi dengan 2 orang dokter spesialis kandungan dan 1 orang bidan. Temuan mengidentifikasi enam kategori pantangan kehamilan: pola makan, keselamatan hidup, jenis kelamin, waktu, tempat, dan aktivitas. Tabu mengenai pola makan menjadi yang paling umum dari 34 tabu yang diteliti, 22 di antaranya memiliki alasan ilmiah, seperti menghindari tebu karena kandungan gulanya yang tinggi. isi. Namun, 12 pantangan tersebut didasarkan pada kepercayaan budaya atau mistik, seperti menghindari berada di luar saat matahari terbenam. Praktik-praktik ini mencerminkan perpaduan antara kearifan tradisional dan pemahaman medis modern, yang menyoroti pentingnya budaya mereka dalam masyarakat Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145881</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 15:19:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 16:11:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>