<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145827">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI UDANG REBON KERING ASIN DAN JUMLAH SANTAN TERHADAP KUALITAS ABON JANTUNG PISANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amita Pasrah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abon  merupakan makanan yang poaktis dan siap saji,  abon umumnya  terbuat dari daging.  Abon  dapat disajikan bersama nasi, roti atau sebagai pengisi   kue  kering.  Abon  tergolong produk olahan daging Yang awet. Pembuatan abon  terdiri  dari  perebusan daging.   pembentukan  serat daging   halus,  penambahan  bumbu dan pengeringan.  Jantuang  pisang merupakan salah  satu  hasil  pertanian  yang dapat digunaakan sebagai bahan baku  pembuatan abon menjadi abon jantung  pisang. Serat-serat yang terdapat di dalam jaringan tumbuhan ini tidak hancur  bila  dimasak tidak terlalu lama. Hal  inilah yang menyebabkan jantung pisang sangat baik digunakan sebagai bahan  pembuat abon jantang pisang.  karena seratt-serat jantung pisang akan menyerupai serat-serat daging setelah dibuat  menjadi abon&#13;
          Pada pembuatan abon jatung pisang. perlu ditambahkan beberapa bahan tambahan seperti  udang rebon  kering asin dan santan.  Hal  ini  bertujuan  agar  produk abon yang dihasilkan memiliki rasa yang khas dan gurih. Sedangkan pada produk abon sapi  tidak perlu ditambahkan udang rebon kering  karena daging sapi sendiri sudah memiliki rasa dari aroma yang khas bila dibuat menjadi  abon&#13;
          Penelitian ini bertujuan untuk  mempelajari pembuatan abon jantung pisang sebagai usaha  penganekaragaman produk olah jantung pisang dan menentukan banyaknya bahan tambahan udang rebon kering dan santan yang  digunakan  agar  dihasilkan produk abon  jantung pisang yang memiliki kualitas yang lebih baik.&#13;
          Bahan - bahan yang digunakan dalam penelitian ini  adalah  jatung pisang  dari jenis pisang kepok yang berumur  l hari setelah dipetik yang diperoleh dari pasar Peunayong. Banda Aceh. Bahan-bahan lain seperti udang rebon kering asin, santan kental, bawang merah, bawang putih, ketumber,  lengkuas,  sereh,  daun  salam, gula, penyedap rasa merk Royco, minyak  goreng merk Bimoli diperoleh dari  toko  fig  yang ada  di kota   Banda  Aceh. Penelitian  ini  menggunakan   Rancangan Acak Kelompok   (RAK) pola faktorial yang terdiri  dari dua faktor.  Faktor pertama yaitu konsentrasi udang  rebon kering asin (R) yang terdiri atas tiga  taraf berdasarkan percobaan awal yaitu  Re 5% (/b), R I0% (b/b) dan  Re 15% bb) dari 400 gram bubur jantung pisang. Faktor kedua yaitu jumlah  santan  (S)  yang terdiri  atas tiga taraf  berdasarkan  percobaan awal yaitu S1 =  100 ml,  S2 = 200  ml, S. 300 ml (5400 ml  santan /10800 g daging  kelapa parut) untuk 400 gram daging jantung pisang.&#13;
          Parmeter yang diamati dan dianalisis pada abon jantung pisang meliputi penentuan rendemen, kadar air, kadar lemak kadar protein, kadar abu, serat kasar  dan  uji  organoleptik (uji  hedonik dan uji perbanding  dengan abon sapi)  yang  meliputi tekstur, warna, aromadan rasa.&#13;
          Hasil   analisis  terhadap mutu    abon jantung   pisang   yang  dihasilkan menunjukkan  kisaran  rendermen  31,55- 46,90%,  kadar air  9,08-20,84%,  kadar lemak 4,55-10,46%, kadar protein  1H,11-11,74% ldarbu 4,47.$,81% dan serat kasar   10,39.23,79%. Hasil  analisis  untuk  uji  organolepuik hedonik  menunjukkan kisaran:  warna 2,8.3,77  (antara  netnal hingga  suka), aroma 2,83-4,58 (antara netral  hingga sangat suka), aroma 3,15.31,88 (antara netral hingga sangat suka),  tekstur 3,33.3,97 (antara netral hingga suka).  Hasil analisis uji pembanding menunjukkan kisaran: warna 2,38-4,63  (antara kurang  cerah hingga lebih cerah), rasa 1,50-2,90 (antara kurang enak hingga tidak berbeda),  dan  aroma 3,60-4,7 (antara  lebih harum  hingga sangat  lebih harum)&#13;
          Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi udang rebon kering asin meningkatkan persentase rendemen, kadarair kadar lemak, kadar abu, serat  kasar, organoleptik warna,  organoleptik  rasa, organoleptik  aroma dan organoleptik    tekstur. Begitu  juga     halnya    dengan  jumlah  santan     yang meningkatkan   persentse  rendemen,  kadar  lemak,  kadar   abu,  serat kasar, organoleptik  rasa   dan   organoleptik tekstur    tetapi   menurunkan kadar  air,  organoleptik, warna abon jantung pisang yang dihasilkan.&#13;
          Mutu abon jantung  pisang terbaik berdasarkan nilai yang  paling dekat  dengan SNI diperoleh  dari kombinasi  perlakuan R3S3 (konsentrasi  udang rebon  I5%  dan jumlah santan 00 ml). Sedangkan berdasarkan  uji  hedonilk perlakuan  terbaik adalah  R2S1 (konsentrasi udang  rebon 10% dan  jumlah santan 100 ml).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHRIMPS - FOOD - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>664.94</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145827</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 13:49:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 14:41:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>