Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP TUKANG GIGI YANG MELAYANI JASA LAYANAN ORTODONTI DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
RATU NUR ANNISA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1103101010333
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
345
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Ratu Nur Annisa, PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP TUKANG GIGI YANG MELAYANI JASA LAYANAN ORTODONTI DI KOTA BANDA ACEH Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(V, 72). pp., bibl., tabl., app.
(IDA KEUMALA JEUMPA, S.H.,M.H.)
Ketentuan mengenai kewajiban tukang gigi memiliki izin dan tidak bekerja melampaui batas kewenangannya dal am menjalankan praktik telah diatur dalam Pasal 73 ayat (2) Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Terhadap delik tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) sebagaimana diatur pada Pasal 78 UU Praktik Kedokteran. Namun pada kenyataannya di Kota Banda Aceh masih ditemukan tukang gigi yang tidak memiliki izin dan bekerja melampaui batas kewenangannya.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab tukang gigi tidak memiliki izin tetapi tetap menjalankan praktik di Kota Banda Aceh, penerapan sanksi pidana terhadap tukang gigi yang tidak memiliki izin di Kota Banda Aceh, serta upaya yang dilakukan untuk pencegahan terjadinya praktik tukang gigi yang tidak memiliki izin di Kota Banda Aceh dan hambatan-hambatanya.
Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari buku-buku, peraturan perundang-undangan dan kasus-kasus yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Data yang telah diperoleh dianalisi dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif analisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab tukang gigi tidak memiliki izin tetapi tetap menjalankan praktik di Kota Banda Aceh karena beberapa faktor yaitu faktor ekonomi dan pengalaman, faktor kurangnya kesadaran hukum, serta kurangnya pengawasan dan lemahnya penegakan hukum. Penerapan sanksi pidana terhadap tukang gigi yang tidak memiliki izin belum menerapkan sanksi sebagaimana tercantum dalam Pasal 78 UU Praktik Kedokteran. Hambatan yang dialami adalah tingginya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan tarif yang relatif murah dan minimnya jumlah dokter spesialis ortodonti. Tidak ada upaya pemerintah yang dilakukan untuk pencegahan.
Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh agar melakukan sosialisasi dan pengawasan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran hukum tukang gigi dan masyarakat, membentuk aturan mengenai tukang gigi dan memberi kewenangan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil untuk menindak pelaku pelanggaran Pasal 78 UU Praktik Kedokteran.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PEMAKAIAN JASA PEMASANGAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN AKRILIK PADA DOKTER GIGI DAN TUKANG GIGI DI GAMPONG PEUNITI BANDA ACEH. (Ikhwatun Hasanah, 2023)
KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI PADA REMAJA USIA 15-17 TAHUN MENGGUNAKAN INDIKATOR RNKEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI (IKPO)RN(STUDI PADA 18 SMAN KOTA BANDA ACEH) (Nora Fitri Day Z.A, 2014)
GAMBARAN AKUMULASI KALKULUS MAHASISWI PRODI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA YANG MEMAKAI PIRANTI ORTODONTI CEKAT ANGKATAN 2007-2010. (Humaira, 2023)
PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN ORTODONTI REMOVABLE APPLIANCE PADA DOKTER GIGI UMUM DI KOTA BANDA ACEH (SYARIFAH SALSABILA, 2024)
TANGGUNG JAWAB TUKANG GIGI SEBAGAI PELAKU USAHA ATAS PELANGGARAN PRAKTIK YANG MENIMBULKAN KERUGIAN TERHADAP KONSUMEN (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (LIA NOVITA PUTRI, 2018)