<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145789">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESIAPSIAGAAN TENAGA MEDIS DALAM MENGHADAPI BENCANA PENYAKIT INFEKSI EMERGING DAN RE-EMERGING DI KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Naufal Rafasya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Emerging Infectious Diseases (EIDs) dan Re-emerging Infectious Diseases (REIDs) merupakan tantangan kesehatan global dengan dampak signifikan, khususnya di kawasan tropis seperti Indonesia, termasuk Aceh yang menghadapi peningkatan kasus infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, kebijakan kesehatan, rencana tanggap darurat, peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya terhadap kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi bencana penyakit infeksi emerging dan re-emerging di Banda Aceh dan Aceh Besar. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 283 tenaga medis aktif pada November–Desember 2024 menggunakan kuesioner modifikasi WHO-LIPI dan dianalisis dengan korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki pendidikan S1/Profesi (64,3%) dengan kategori kesiapsiagaan &quot;siap&quot; (47,3%), serta terdapat hubungan antara pengetahuan (r=0,593, p=0,001), rencana tanggap darurat (r=0,711, p=0,038), peringatan dini (r=0,625, p=0,000), dan mobilisasi sumber daya (r=0,556, p=0,002) terhadap kesiapsiagaan. Namun, sikap dan kebijakan tidak menunjukkan hubungan. Penelitian ini mununjukkan terdapat hubungan pengetahuan, rencana tanggap darurat, peringatan dini, mobilisasi sumber daya dengan kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi bencana dan tidak terdapat hubungan sikap dan kebijakan dengan kesiapsiagaan tenaga medis dalam menghadapi bencana.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kesiapsiagaan tenaga medis, Penyakit Infeksi Emerging, dan Penyakit Infeksi Re-emerging&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145789</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 12:23:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 12:28:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>