<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145765">
 <titleInfo>
  <title>MODEL PERENCANAAN TATA RUANG UNTUK KETAHANAN KOTA MASYARAKAT ISLAM:</title>
  <subTitle>STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH, INDONESIA (MODEL OF SPATIAL PLANNING FOR URBAN RESILIENCE IN ISLAMIC SOCIETY: A CASE STUDY OF BANDA ACEH CITY, INDONESIA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Evalina Z.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Teknik (S3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perencanaan tata ruang sangat penting dalam mendukung ketahanan perkotaan dalam merespons tren meningkatnya kejadian bencana secara global, terutama dalam konteks wilayah perkotaan yang rawan bencana dan masyarakat religius. Masyarakat religius dalam konteks ini, yaitu masyarakat Islam, memiliki karakteristik khusus dalam penggunaan ruang dan respons terhadap bencana. Meskipun perencanaan tata ruang dan aspek religius telah diidentifikasi sebagai hal yang penting dalam ketahanan perkotaan, masih sedikit yang diketahui tentang bagaimana pengaruh tersebut terjadi di komunitas Islam. Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik dan dimensi ketahanan perkotaan dalam konteks masyarakat Islam dan menemukan determinan dari perencanaan tata ruang dan faktor religius untuk ketahanan perkotaan dalam konteks masyarakat Islam di Banda Aceh, Indonesia. Penelitian ini juga mengevaluasi persepsi masyarakat Islam terhadap perencanaan tata ruang dan ketahanan perkotaan, kemudian membangun sebuah model yang merepresentasikan hubungan antara perencanaan tata ruang dan ketahanan perkotaan dalam masyarakat Islam serta menjelaskan peran faktor religius dalam hubungan tersebut. nKajian teori dan bukti empiris mengungkapkan keterbatasan dalam mendefinisikan konsep perencanaan tata ruang untuk ketahanan perkotaan dalam konteks masyarakat berbasis agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian studi kasus metode campuran, di mana metode campuran diintegrasikan ke dalam studi kasus. Pendekatan eksplorasi sekuensial metode campuran digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antarvariabel penelitian dalam konteks masyarakat Islam di Banda Aceh sebagai studi kasus. Hasil penelitian kualitatif dari wawancara dengan sepuluh pemangku kepentingan mengusulkan model terpadu tentang hubungan antara perencanaan tata ruang, faktor religius, dan ketahanan perkotaan. Penelitian kuantitatif kemudian menguji model tersebut berdasarkan hasil survei kuesioner terhadap 369 warga Banda Aceh. Analisis model persamaan struktural (SEM) menemukan bahwa, seperti yang diharapkan, perencanaan tata ruang memiliki hubungan langsung dan signifikan secara positif dengan ketahanan perkotaan dalam masyarakat Islam. Selanjutnya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perencanaan tata ruang memengaruhi ketahanan perkotaan melalui efek mediasi dari faktor religius. Namun, peran mediasi faktor religius dalam perencanaan tata ruang untuk ketahanan perkotaan bersifat parsial, artinya ketidakhadiran variabel ini tidak menyebabkan hubungan perencanaan tata ruang terhadap ketahanan perkotaan menjadi tidak signifikan. Namun, keberadaan variabel ini hanya memperkuat hubungan tersebut. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang praktik perencanaan tata ruang dalam komunitas Islam di Indonesia dan berkontribusi pada pengetahuan baru dalam studi ketahanan perkotaan dan perencanaan tata ruang. Hasilnya memberikan wawasan yang signifikan dalam perdebatan akademis tentang perbedaan budaya lokal dalam perencanaan tata ruang dengan menunjukkan bagaimana faktor religius suatu komunitas membentuk konteks ketahanan tata ruang perkotaan dalam masyarakat dinamis di kawasan Asia. Temuan ini memiliki implikasi bagi pengembangan dan pengelolaan ketahanan perkotaan dalam masyarakat Islam di Banda Aceh, Indonesia, yang dapat digeneralisasi ke negara-negara tetangga. Manfaat lebih lanjut termasuk membangun basis bukti tentang pemanfaatan keuntungan dari perencanaan tata ruang berbasis agama untuk menciptakan ketahanan perkotaan melalui faktor religius yang eksplisit untuk ketahanan perkotaan dalam komunitas Islam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145765</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 11:58:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 12:12:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>