<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145725">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PROSES PEMBUATAN IKAN KAYU (EUNGKOT KEUMAMAH) HASIL PENGOLAHAN BEBERAPA USAHA RUMAH TANGGA  DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Devi Juliana Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>lkan  cepat membusuk karena adanya  bakteri  dan enzim jika  dibiarkan  begitu  saja tanpa proses pengawetan. Proses pengawetan yang umum digunakan  adalah dengan  pengeringan, pengeringan  yang  tepat untuk  mengeringkan ikan akan   menghasilkan  produk   yang tahan   lama  dan bermutu  tinggi.    Salah   satu produk yang dihasilkan dari  pengawetan ikan  dengan metode pengeringan  adalah ikan  lay yang populer disebut eungkot  keumamah.&#13;
          Tujuan   Penelitian ini  untuk  mengetahui  mutu   ikan  kayu  (keumamah)  batangan yang  dihasilkan dari beberapa  macam cara pemprosesan  di  beberapa  usaha rumah tangga di Banda Aceh  &#13;
          Metode penelitian diawali  dengan melihat  langsung proses pengolahan  ikan kayu  pada  usaha rumah  tangga, dari jenis ikan,  kebersihan, alat dan  bahan  yang  digunakan,  kualitas ikan, bahan   tambahan  (seperti   garam)   sampai lama  pengeringan ikan karyu. Fada proses pengolahan ik.an laryu ini  dilakukn dari awa pembersihan, percbusan dan  penjemuran sampai  ikan  kayu  menjadi  kering dan dapat  di  pasarkan,    Tahapan   persiapan   bahan yang  sudah    dikeringkan  dan kemudian dianalisis  mutu ikan  kayu  di  laboratorium pasca panen serta  metode pengumpulan data  yang  mehiputi data  primer dan data sekunder.   Data primer diperoleh melalui teknik  survey dengan alat bantu uji  organoleptik dalam bentuk deskriftif kuatitatif dengan para usaha  ikan kayu dan   Uji  Hedonik dengan paramahasiswa   pertanian.   Data sekunder diperoleh  dari  internal  perusahaan  berupa laporan administrasi data dari instansi yang  terkait dan pendukung lainnya&#13;
          Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air  rata-rata pda ikan  segar  tertinggi  diperoleh  pada ikan   segar  Lampulo sebesar    80,02 %  dan  kadar air terendah diperoleh pada ikan segar  di  Gampong Jawa  sebesar 79,12  %.  Kadar lemak rata-rata  pada ikan  segar  tertinggi   diperoleh  pada ikan  segar Gampong jawa  sebesar  I4 % dan kadar lemak terendah diperoleh  pada ikan  segar  di Gampong Gano sebesar  0,98 %. Kadar protein rata-rata  pada ikan segar tertinggi diperoleh pada ikan segar Gampong Gano  sebesar   231,88  % dan kadar protein  terendah diperoleh pada ikan  secara di  Lampulo sebesar 22,18%. Cemaran  logam  (raksa)  rata-rata pada ikan  segar tertinggi diperoleh pada ikan   segar  Gampong Gano sebesar   291  ppb dan cemaran logam (raksa) terendah diperoleh pada ikan segar di  Gampong   Jawa  sebesar  2893 ppb.  Cemaran arsen  rata-rata pada  ikan  segar tertinggi  diperoleh  pada ikan  segar Gampong  Gano sebesgr  0.0079 ppb dan cemaran arsen terendah diperoleh pada ikan  segar di Gampong Jawa dan Lampulo sebesar  &lt; 0,0002 ppb.   Rata-rata  mikroba  (Escherichia  coli)   pada  ikan  segar  Gampong Gano, Lampulo dan  Gampong Jawa berkisar &gt; 1898 MPN/I00 ml.&#13;
          Kadar air rata-rata pada ikan rebus tertinggi diperoleh pada ikan rebus  Lampulo  sebesar   66,16%  dan kadar air  terendah diperoleh  pada ikan   rebus  Gampong Gano scbesar 62,98  %.  Kadar abu tak  Larut asam  rata-rata pada  ikan&#13;
rebus  tertinggi  diperoleh pada   ikan   rebus Gampong Jawa  sebesar    0,09 % dan  kadar abu tak   larut  asam  terendah diperoleh  pada  ikan   rebus Gampong Gano  sebesar  0,05 %.  Kadar  lemak  rata-rata pada  lkan   rebus tertinggi diperoleh pada lkan   rebus  Gampong Gano  dan  Lampulo  sebesar    0,97 %  dan  kadar  lemak terendah diperoleh pada   ikan  rebus Gampong Jawa sebesar 091  %.  Kadar protein rata-rata   pada  lkan   rebus  tertinggi diperoleh pada  ikan  rebus Lampulo  sebesar  29,02 % dan kadar protein terendah  diperoleh pada ikan  rebus Gampong Jawa sebesar  26,04   %.  Cemaran  logam   (raksa)  rata-rata pada   ikan   rebus   tertinggi diperoleh pada  ikan rebus Gampong Gano sebesar   2,684 % dan cemaran logam (raksa) terendah  diperoleh  pada Ikan rebus   Lampulo  sebesar  2,623 %.  Cemaran arsen   rata-rata pada ikan  rebus tertinggi diperoleh pada ikan  rebus  Gampong Gano sebesar     0,0265  ppb  dan  cemaran   arsen  terendah   diperoleh  pada   ikan  rebus Lampulo sebesar &lt; 0,0002  ppb.  Rata-rata  Mikroba (Escherichia coli)  pada  ikan rebus tertinggi diperoleh pada Ikan  rebus  Lampulo  sebesar  21898  MPN/I0  ml Mikroba (Escherichia coli)  terendah diperoleh  pada  kan rebus Gampong Jawa sebesar  0 MPN/ml.&#13;
          Kadar   air rata-rata  pada ikan  kering tertinggi diperoleh pada ikan  kering Lampulo sebesar   50,36 % dan  kadar air terendah diperoleh pada ikan   kering Gampong Gano sebesar 43,7 %.  Kadar abu  tak larut asam rata-rata pada  ikan  kering tertinggi diperoleh pada ikan  kering  Lampulo sebesar  0,09 % dan kadar abu   tak   larut asam  terendah   diperoleh pada   lkan  kering  Gampong Gano dan Gampong Jawa sebesar 0,03 %.  Kadar  lemak rata-rata pada  ikan   kering tertinggi diperoleh  pada  ikan  kering Lampulo sebesar  0,92  % dan kadar lemak  terendah diperoleh pada   ikan   kering Gampong Gano sebesar  0,76 %.  Kadar protein rata­ rata  pada  ikan  kering tertinggi diperoleh pada ikan  kering  Gampong Jawa sebesar  4799%  dan kadar protein  terendah diperoleh pada ikan kering Lampulo sebesar  37,45 %.   Cemaran  logam  (raksa)  rata-rata pada ikan kering tecrtinggi  diperoleh pada ikan kering Lampulo sebesar  2.87  ppb  dan cemaran logam  (raksa) terendah diperoleh pada ikan kering Gampong Gano sebesar  2,06 ppb. Cemaran arsen  rata­ rata pada  ikan  kering  diperoleh pada ikan   kering Gampong Gano, Lampulo dan Gampong Jawa  sebesar    &lt; 0,0002  ppb.  Mikroba (Escherichia coli) rata-rata pada  ikan  kering  tertinggi diperoleh  pada ikan   kering Gampong  Gano sebesar   233  MPN/I00  ml  dan mikroba (Escherichia coli)  terendah diperoleh pada ikan  kering  Lampulo sebesar  1898  MPN/I00 ml.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHES - FOOD - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>664.94</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145725</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 10:41:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-08 10:46:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>