Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMENUHAN HAK ANAK SEBAGAI KOMBATAN DI INDONESIA BERDASARKAN CONVENTION ON THE RIGHT OF THE CHILD, 1989 (SUATU PENELITIAN DI PROVINSI ACEH)
Pengarang
Marisa Fitra Rahmadini - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1103101010157
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
342.087 72
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
MARISA FITRA RAHMADINI,
2015
PEMENUHAN HAK ANAK SEBAGAI KOMBATAN DI INDONESIA BERDASARKAN CONVENTION ON THE RIGHT OF THE CHILD, 1989 (Suatu Penelitian di Provinsi Aceh)
(viii,83)pp,app.bibl
Fakultas Hukum Unsyiah
(Dr. Mahfud, S.H.,M.H)
Indonesia telah meratifikasi Convention on the Right of the Child, 1989 melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 Tentang Pengesahan Konvensi Hak Anak Tahun 1989. Pasal 38 Convention on the Right of the Child, 1989 mengatur larangan melibatkan anak dalam konflik bersenjata. Pada masa konflik Aceh, GAM turut melibatkan anak kedalam konflik sebagai kombatan, para child soldiers tidak mendapatkan haknya sebagaimana diatur dalam Convention on the Right of the Child, 1989.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan perlindungan anak dalam kaitannya dengan praktik perekrutan tentara anak pada masa konflik Aceh, langkah yang sudah ditempuh oleh pemerintah dalam menangani perekrutan tentara anak oleh GAM, dan faktor-faktor penghambat pemerintah Indonesia dalam melaksankaan kewajiban pertanggung jawaban pemenuhan hak anak sebagai kombatan.
Data penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Data sekunder dilakukan dengan cara mempelajari serta menganalisa konvensi, peraturan perundang-undangan, buku-buku, dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan penelitian ini, dan penelitian lapangan dilakukan untuk mendapatkan data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Indonesia hingga saat ini tidak memenuhi hak anak sebagai kombatan baik pada masa konflik maupun pasca konflik. Langkah yang ditempuh pemerintah adalah membentuk KPAI untuk menjamin pemenuhan hak anak. Sampai saat ini sebagian besar child soldiers tidak mendapatkan haknya karena data child soldiers menjadi rahasia mililter, kurangnya kebijakan mengenai child soldiers, tidak adanya good will pemeritah, kurangnya pemahaman keluarga dan golongan separatis terhadap aturan larangan melibatkan anak dalam konflik dan keberadaan child soldiers yang sulit di jangkau.
Diharapkan kepada Pemerintah Indonesia untuk dapat membentuk suatu kebijakan hukum yang lebih spesifik tentang larangan perekrutan dan pemenuhan hak anak dalam konflik bersenjata dan dapat melaksanakan upaya-upaya dalam pemenuhan hak anak pada masa konflik dan pasca konflik sebagaimana yang telah dirumuskan dalam Convention On The Right Of The Child, 1989.
Tidak Tersedia Deskripsi
CONSTITUTIONAL PROTECTION FOR CHILD REFUGEE IN INDONESIA: THE ROHINGYA CASE IN ACEH (SRI MULIANA AZHARI, 2021)
THE PROTECTION OF EDUCATIONAL RIGHTS FOR CHILD LABOUR ( A CASE STUDY OF CHILD LABOUR AT HORSE STABLE IN CENTRAL ACEH, INDONESIA) (Khairatunnisa, 2019)
THE PROTECTION OF CHILD LABOUR IN INDIA (Dilla Yuliani, 2017)
LEGAL PROTECTION OF CHILDREN AFFECTED BY INTERNATIONAL CHILD ABDUCTION: A COMPARATIVE ANALYSIS BETWEEN INDONESIA AND SINGAPORE (CUT SARAH, 2025)
THE PROTECTION OF ECONOMIC RIGHTS TOWARDS PERSON WITH COLOR BLINDNESS BASED ON INTERNATIONAL LAW (Dwi Pragasa Ananda, 2016)