<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145561">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DETERMINAN FAKTOR RISIKO LAMA RAWATAN ANAK DENGAN DEMAM TIFOID DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MARSHANDA YOVI VIRLIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit infeksi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang. Salah satu penyakit infeksi adalah demam tifoid. Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi  atau salmonella paratyphi  yang menyerang sistem pencernaan. Beberapa faktor risiko akan mempengaruhi lama rawatan penderita demam tifoid yang dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri salmonella typhi, selain itu demam tifoid dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan feses, urine atau sekret penderita demam tifoid.  Tujuan penelitian untuk mengetahui analisis determinan faktor risiko lama rawatan anak dengan demam tifoid di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medis yang menggunakan 4 variabel yaitu usia, jenis kelamin, diagnosa sekunder &#13;
dan terapi antibiotik yang diberikan dengan lama rawatan. Hasil pada variabel usia dengan lama rawatan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan p-value sebesar 0,547,  pada variable jenis kelamin dengan lama rawatan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan p-value sebesar 0,549, variabel diagnosa sekunder dengan lama rawatan terdapat hubungan yang signifikan dengan p-value sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,61 dan pada terapi antibiotik yang diberikan dengan lama rawatan dikeluarkan dari variabel karena nilainya sama yaitu hanya satu jenis ceftriaxone yang merupakan golongan antibiotik sefalosporin generasi ketiga. Kesimpulan, terdapat hubungan signifikan antara diagnosa sekunder dengan lama rawatan pada anak yang menderita demam tifoid di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TYPHOID FEVER - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INFECTION DISEASES</topic>
 </subject>
 <classification>616.927 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145561</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 13:54:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 15:48:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>