<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145553">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN SITOLOGI ULAS VAGINA KUDA LOKAL YANG MENDERITA PYOMETRA DI KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muzzammil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu teknik untuk mendiagnosis gangguan reproduksi pada saluran reproduksi kuda betina adalah sitologi ulas vagina. Sitologi ulas vagina digunakan untuk mengetahui keaadaan uterus dengan melihat sel epitel vagina, leukosit dan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sitologi ulas vagina kuda lokal yang menderita pyometra di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksploratif, menggunakan 2 kelompok sampel yaitu kelompok kuda yang menderita pyometra (n=3) dan kuda betina tanpa gangguan reproduksi (n=3). Penegakan diagnosis dilakukan dengan alat ultrasonografi trasnrektal. Semua kuda dilakukan pengambilan sampel sitologi ulas vagina dengan pewarnaan giemsa. Data yang diperoleh dianalisi dengan Uji T dan dan gambaran sitologi sel dilaporkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan presentase jumlah sel epitel parabasal lebih tinggi dijumpai pada semua kuda yang menderita pyometra, mengindikasikan bahwa kuda berada pada fase luteal. Sementara pada kuda tanpa gangguan reproduksi persentase sel epitel tertinggi adalah sel superfisial yang mengindikasikan bahwa kuda berada pada fase folikuler. Dari hasil pengamatan juga ditemukan sel leukosit berupa neutrofil, limfosit dan eusinofil pada kuda yang menderita pyometra, sedangkan pada kuda tanpa gangguan reproduksi tidak ditemukan adanya leukosit. Kesimpulan dari penelitian yaitu gambaran sitologi ulas vagina pada kuda yang menderita pyometra berupa dominasi sel epitel parabasal, sebaran sel leukosit dan  makrofag yang mati.&#13;
Kata kunci : Epitel, kuda, leukosit, pyometra, ulas vagina.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145553</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 13:18:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 15:29:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>