<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145541">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI REDUKSI STEREOTIP PIDIE KRIET TERHADAP PERILAKU ALTRUISME MAHASISWA LOKAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Vera Maulidia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Stereotip &quot;Pidie Kriet&quot; yang mengaitkan orang Pidie dengan sifat pelit, &#13;
berdampak negatif pada persepsi dan interaksi sosial mahasiswa. Stereotip ini &#13;
muncul dari kurangnya informasi dan komunikasi yang efektif, serta pengaruh &#13;
budaya. Meskipun tidak selalu akurat, keyakinan ini tetap kuat di era digital, &#13;
menghambat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Pidie serta &#13;
berpotensi menimbulkan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan &#13;
mengidentifikasi strategi efektif untuk mengurangi stereotip negatif terhadap &#13;
Pidie Kriet dan dampaknya terhadap perilaku altruistik mahasiswa lokal selain &#13;
Pidie, menggunakan Teori Konvergensi Budaya yang dikembangkan oleh &#13;
Barnett dan Kincaid. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan &#13;
pendekatan deskriptif, di mana informan diperoleh melalui purposive &#13;
sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara &#13;
deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lokal &#13;
memiliki perilaku altruistik yang kuat meskipun ada stereotip negatif. Sikap &#13;
toleransi dan pemahaman dalam komunikasi lintas budaya menjadi kunci untuk &#13;
mengatasi stereotip tersebut, dengan interaksi positif yang mendasari niat &#13;
menolong. Stereotip negatif dapat diminimalkan melalui peningkatan interaksi, &#13;
penyelarasan nilai, dan integrasi budaya, di mana dialog terbuka dan &#13;
komunikasi positif berperan penting dalam membangun hubungan harmonis. &#13;
Penelitian ini menekankan bahwa sikap individu lebih berpengaruh terhadap &#13;
perilaku altruistik dibandingkan stereotip, dan pemahaman antar kelompok &#13;
dapat menghasilkan hubungan yang lebih solid. Dengan fokus pada sikap &#13;
individu dan interaksi lintas budaya, mahasiswa dapat mengatasi stereotip dan &#13;
berkontribusi terhadap masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.&#13;
Kata kunci: Stereotip, Pidie Kriet, Perilaku Altruisme, Mahasiswa&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145541</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 12:43:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 15:23:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>