<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145533">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN SPESIES BURUNG DI KAWASAN HUTAN PINUS GAMPONG PALOK KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Risky. A</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Biologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Risky. A (2024). Keanekaragaman Spesies Burung di Kawasan Hutan Pinus Gampong Palok Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Abdullah, M.Si., dan Yaumil Istiqlal M. Nur, S.Pd.I., M.Pd.&#13;
Burung berperan sebagai indikator keseimbangan ekosistem dan perubahan lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Hutan Pinus Gampong Palok, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, pada bulan Oktober 2023, untuk mengetahui keanekaragaman spesies burung di kawasan tersebut. Pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif digunakan, dengan pengambilan data melalui metode Point Count pada dua jalur pengamatan, yaitu tepi dan tengah hutan, yang masing-masing memiliki 25 titik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies burung yang tinggi dengan indeks keanekaragaman (H’ = 2,65), yang mencakup 18 spesies dari 15 famili berbeda. Lima spesies yang paling dominan adalah Bondol haji, Bondol sisik, Pleci, Merbah cerukcuk, dan Kutilang. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa kawasan tersebut memiliki keanekaragaman spesies burung yang tinggi, dan penting bagi masyarakat lokal untuk menjaga ekosistem agar keberagaman ini tetap terjaga.&#13;
Kata kunci: Keanekaragaman, Burung, Gayo Lues&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PINES - FORESTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BIRDS</topic>
 </subject>
 <classification>598</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145533</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 12:39:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 11:23:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>