<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145527">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN BIOBRIKET LIMBAH KELAPA MUDA DENGAN PENAMBAHAN PEREKAT BIJI JARAK (JATROPHA CURCAS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairul Anwar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Magister Teknik Kimia</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketersediaan bahan bakar fosil kian menipis seiring bertambahnya populasi manusia. Permasalahan ini dapat diatasi dengan bahan bakar dari biomassa, baik pemanfaatan langsung maupun melalui konversi menjadi bioarang. Bioarang dapat ditingkatkan kerapatan massa dan energinya per satuan volume dengan dijadikan biobriket.  Penelitian ini memanfaatkan limbah kelapa muda menjadi biobriket melalui proses pirolisis dengan perekat biji jarak, yang bertujuan untuk menciptakan sumber energi berkelanjutan, mengurangi emisi karbon, dan mengelola limbah pertanian secara efektif. Tahapan proses pirolisis menggunakan suhu 380, 430 dan 480℃. Perekat biji jarak dengan variasi 15%, 20% dan 25%. Efektivitas perekat biji jarak dalam menghasilkan biobriket berkualitas diuji berdasarkan parameter nilai kalor, kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, densitas, dan laju pembakaran. Selain itu, penerapan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) digunakan dalam analisis varians (anova) untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antara berbagai kelompok perlakuan biobriket dengan melihat P-value lebih kecil dari signifikansi α = 5% atau α = 0,05. Hasil uji sifat fisik dan kimia  perlakuan optimal (T2K3, suhu 430°C, perekat 25%) menghasilkan bioarang dengan nilai kalor 6,421 kcal/g, kadar air 6,1%, kadar abu 7,6%, volatile matter 7,7%, fixed carbon 78,7%, densitas 0,9 g/cm³, dan laju pembakaran 0,1 g/s. Berdasarkan uji statistik lanjut ditemukan pengaruh interaksi perlakuan terhadap kualitas biobriket adalah nilai kalor, kadar abu, densitas dan laju pembakaran. Sementara itu kadar air dan fixed carbon berpengaruh dengan sesama jenis perlakuan (one way) suhu dan perekat terhadap kualitas biobriket. Variabel volatile matter tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap perlakuan yang diberikan.&#13;
Kata kunci : Limbah kelapa muda; Pirolisis; Perekat; Duncan's Multiple Range Test&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145527</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 12:34:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 15:07:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>