<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145491">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN  PULP DARI JERAMI  PADI   DENGAN  PENGARUH KONSENTRASI  LARUTAN  PEMASAK NAOH  DAN WAKTU  PEMASAKAN.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizky wahyudi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pulp   merupakan  bahan   baku   utama   dalam   pembuatan  kertas   yang   berbentuk bubur  yang  merupakan kumpulan serat yang  telah di pisahkan dari kayu atau  bahan  yang mengandung selulosa  lainnya.  Pulp dapat  dibuat  dari  bermacam-macam jenis bahan  yang mengandung  selulosa   seperti   kayu,  bambu,  jerami  padi,  ampas   tebu,  alang-alang,  dan beberapa  jenis  rumput-rumputan (Sudrajat,  1979).  Semakin   tinggi  persentase  selulosa dalam  pulp,  akan  semakin   baik  kualitas  kertas  yang  dihasilkan.  Pulp  berkualitas tinggi diperoleh  dari kayu yang  berserat  panjang, yaitu  kayu dari jenis  tumbuhan berdaun jarum (Coniferaceae) (Widodo, 1991).&#13;
Proses  pembuatan pulp  pada  dasarnya merupakan proses  pemisahan lignin  untuk&#13;
memperoleh  selulosa  dari  suatu  bahan  berserat.   Ada  tiga  proses  pembuatan pulp  yang banyak  digunakan. yaitu metode  mekanis,  metode  semikimia dan metode  kimia. Diantara metode   tersebut   yang   paling   sering  digunakan  adalah   metode   kimia,  karena   dengan metode  kimia  bahan  baku  yang  digunakan dapat  larut dengan  sempurna oleh  pemasakan dengan  menggunakan larutan  kimia.  Proses  pembuatan pulp  secara  kimia  dibagi  menjadi&#13;
2 yaitu  proses  alkali  dan  proses  asam.  Proses  alkali  terdiri  dari  proses  soda  dan  proses&#13;
sulfat,  sedangkan proses  asam  terdiri dari  proses  asam sulfat dan proses  bisulfit  (Sudrajat,&#13;
1979).&#13;
Penelitian  ini secara  umum   bertujuan  untuk  mempelajari  cara  pembuatan  pulp dari  jerami  padi    dan  secara   khusus   untuk   mengetahui  pengaruh  konsentrasi  larutan pemasak  NaOH  dan  waktu  pemasakan terhadap  rendemen dan  karakteristik pulp  seperti selulosa  dan lignin yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fermentasi, Jurusan    Teknologi   Hasil   Pertanian,    Fakultas    Pertanian,    Universitas   Syiah    Kuala, Darussalam Banda  Aceh.  berlangsung pada  bulan  Mei 2008. Penelitian ini menggunakan Rancangan  Acak   Lengkap   (RAL)   faktorial  pola  3x3  dengan   dua  faktor,  yaitu  faktor konsentrasi  NaOH  dan  waktu  Pemasakn.  Faktor  konsentrasi  NaOH  terdiri  atas  3  taraf, yaitu:   A1 =15%,  A2=25%.  A3=35%,  serta  waktu   pemasakan juga  terdiri  dari   3   taraf, yaitu:   B1 =90   menit,   B2=120   menit,   B3=150   menit.   Dengan   demikian   tcrdapat    9 kombinasi  perlakuan dengan  tiga  kali  ulangan  sehingga diperoleh   27  satuan  percobaan. Data  yang  diperoleh dianalisis dengan  analisis sidik  ragam  dan  uji  lanjut dengan   Beda Nyata  Terkecil  (BNT). Parameter yang diamati adalah  Rendemen, Kadar  Selulosa,  Kadar Lignin,  dan Kadar Air.&#13;
Perlakuan konsentrasi  larutan  pemasak  NaOH  (A) berpengaruh sangat  nyata  (P &lt;&#13;
0,01)  terhadap   rendemen pulp.  kadar  selulosa  dan  kadar  lignin   yang  terdapat  di  dalam&#13;
pulp,  tetapi  berpengaruh tidak nyata  (P &gt; 0,05) terhadap kadar air  pulp.  Perlakuan  waktu pemasakan  (B)  berpengaruh  sangat   nyata   (P  &lt;  0.01)  terhadap   rendemen   pulp,   kadar&#13;
selulosa   dan  kadar   lignin   yang   terdapat   dalam   pulp.   tetapi   berpengaruh  tidak   nyata terhadap  kadar  air pulp.&#13;
Interaksi  perlakuan  konsentrasi  larutan  pemasak  NaOH  dan  waktu  pemasakan (AB)  berpengaruh  sangat  nyata  (P  0,05) terhadap kadar lignin dan  kadar  air  yang  terdapat  dalam  pulp.  Pulp  yang  di  hasilkan  dari  penelitian   sudah memenuhi   syarat   untuk   di   gunakan   sebagai   bahan   baku   pembuatan   kertas.   Proses pernbuatan  pulp  yang  terbaik   yaitu  dengan   menggunakan   variasi   konsentrasi   larutan &#13;
pemasak NaOH 35% dan waktu pemasakan  150 menit.&#13;
Dalam  konteks  masa depan jerami  padi   akan memainkan  peranan penting  dalam industri  pulp,  khususnya   bagi  negara-negara   berkembang   yang  mempunyai  suplemen kayu yang terbatas, sementara bahan selain kayu tersedia dalam jumlah yang banyak. Pemanfaatan jerami  padi   sebagai  bahan baku pulp dan kertas masih terbatas.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 11:48:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 11:48:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>