<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145483">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL PERILAKU REDUKSI BRIKET CAMPURAN BIJIH BESI DAN BATU BARA DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT HYDROCARBON POLYMER PADA TEMPERATUR MENENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ihsan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan baja di Indonesia selalu meningkat setiap tahun nya dan pada tahun 2022 Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) produksi baja Indonesia diperkiran 15 juta ton pada tahun 2022. Pada penelitian ini  metode yang digunakan dalam produksi besi adalah dengan mereduksi langsung biji besi pada temperature dibawah titik lebur besi atau biasa dikenal dengan direct reduction iron (DRI) Penelitian sebelumnya menggunakan temperatur tinggi dan rendah sehingga perlu dikaji pemanfaatan temperatur menengah pada proses reduksi briket bijih besi. Pada penelitian ini, dipelajari pengaruh variasi temperatur terhadap penurunan massa selama reduksi dan ditentukan pengaruhnya terhadap laju reduksi yang terjadi dan perhitungan energi aktivasi. Briket dibuat dengan komposisi 95:0:5, 70:25:5, dan 55:40:5 menggunakan cetakan yang berdiameter 20 mm dengan beban tekan 7 ton dan diuji langsung pada dapur dengan temperatur 600°C, 700°C dan 800°C. Hasil yang diperoleh yaitu temperatur tinggi mempengaruhi proses reduksi dimana temperatur tertinggi pengujian adalah 800°C. Briket dengan komposisi campuran 55:40:5 menghasilkan konstanta laju reduksi tertinggi yaitu sebesar 2,1457 Sedangkan energi aktivasi tertinggi sebesar 41,654 kJ/mol yang terjadi pada komposisi 55:40:5. Temperatur reduksi dan komposisi campuran yang bervariasi mempengaruhi penurunan masa dan laju reduksi yang terjadi pada briket bijih besi. Energi minimum yang dibutuhkan untuk terjadinya reduksi dipengaruhi oleh kandungan batubara yang terkandung di dalam briket. Dimana, semakin tinggi komoposisi batubara maka akan semakin banyak energi minimum yang dibutuhkan untuk terjadinya reduksi.&#13;
&#13;
Kata kunci: briket; bijih besi; reduksi langsung; batubara; temperatur reduksi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145483</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 11:36:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 11:51:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>