STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM UPAYA MENGATASI KECEMASAN SOSIAL PADA MAHASISWA RANTAU UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM UPAYA MENGATASI KECEMASAN SOSIAL PADA MAHASISWA RANTAU UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

Nur Andilia Anhar - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Febri Nurrahmi - 198802242015042002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2010102010127

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

153.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kecemasan menurut American Psychological Association (APA) merupakan
kondisi yang muncul sebagai akibat dari stres dan ditandai oleh perasaan tegang,
pikiran yang membuat orang merasa khawatir, dan disertai dengan reaksi fisik
seperti berdetak jantung, kenaikan tekanan darah, dan lainnya. Mahasiswa yang
melanjutkan pendidikan diluar dari kota asal atau disebut dengan mahasiswa
rantau,
mengharuskan mereka menghadapi tantangan yang berbeda
dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak merantau. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal dalam mengatasi kecemasan
sosial pada mahasiswa rantau. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teori anxiety/uncertainty management. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara
semi terstruktur bersama enam informan, dengan karakteristik mahasiswa rantau
angkatan 2022 Universitas Syiah Kuala yang pernah mengalami kecemasan
sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat strategi komunikasi dalam
mencegah kecemasan pada mahasiswa rantau, yakni: (1) menyesuaikan situasi
lingkungan yang ada, (2) bergabung/mengikuti kegiatan dan organisasi, (3)
melakukan inhale exhale, (4) membangun interaksi yang memiliki kesamaan
untuk menarik komunikan, (5) bercerita dengan orang terdekat, (6)
menghindar/menyendiri dari lingkungan sekitar, (7) mengabaikan pandangan
orang lain. Dari hasil yang didapat kecemasan komunikasi yang paling banyak
dialami oleh informan yaitu fear of negative evaluation dimana informan
mengalami kekhawatiran terhadap pandangan orang lain kepada dirinya.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa rantau Universitas Syiah Kuala
merasakan ketidaknyamanan, kecemasan dan kekhawatiran dalam berinteraksi
dengan lingkungan baru/asing. Mereka memiliki kekhawatiran saat berhadapan
dengan orang baru/asing, juga merasakan ketidaknyamanan dan kecemasan
dalam membangun hubungan sosial di perantauan.
Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Mahasiswa Rantau, Strategi Komunikasi

Anxiety according to the American Psychological Association (APA) is a condition that arises as a result of stress and is characterized by feelings of tension, worrisome thoughts, and accompanied by physical reactions such as a rapid heartbeat, increased blood pressure, and others. Students who continue their education outside their hometown referred to as regional students, face different challenges compared to students who do not migrate. This research aims to explore interpersonal communication strategies in overcoming social anxiety in regional students. The theory used in this research is the Anxiety/Uncertainty Management Theory. This research employs a descriptive qualitative method. Data collection techniques were conducted through semi-structured interviews with six informants, who are regional students from the 2022 class of Syiah Kuala University and have experienced social anxiety. Research results show that there are communication strategies to manage anxiety in regional students, namely: (1) adjusting to existing environmental situations, (2) joining/following activities and organizations, (3) practicing breathing exercies (inhaling and exhaling), (4) building interactions based on shared interests to attract communicants, (5) telling stories to trusted individual, (6) avoiding/being alone to cope with the surrounding environment, (7) ignoring other people's views. From the results obtained, the most common form of communication anxiety experienced by informants is the fear of negative evaluation, where informants feel concerned about how other perceive them. The conclusion of this study is that regional students of Syiah Kuala University feel discomfort, anxiety and worry in interacting with a new or for environment. They experience concerns when engaging with new people or strangers and also feel discomfort and anxiety when building social relationships away from home. Keywords: Interpersonal Communication, Regional Students, Communication Strategy

Citation



    SERVICES DESK