ANALISIS EKSPERIMEN SOSIAL 'R/PLACE' DALAM MEREPRESENTASIKAN MASYARAKAT MAYA DI ERA DIGITAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS EKSPERIMEN SOSIAL 'R/PLACE' DALAM MEREPRESENTASIKAN MASYARAKAT MAYA DI ERA DIGITAL


Pengarang
Dosen Pembimbing

Nadia Muharman - 198410082014012101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2010102010069

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ilmu Komunikasi., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi semakin banyak memunculkan fenomena yang tidak pernah tampak sebelumnya. Internet—sebagai salah satu produk dari perkembangan tersebut—telah memicu kemunculan konsep-konsep baru seperti ‘masyarakat maya’. Beberapa waktu silam, sebuah eksperimen diadakan pada media sosial bernama Reddit, dimana setiap masyarakat maya dapat berpartisipasi dengan cara mengisi sebuah kanvas online yang kosong dengan sebuah titik warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kanvas r/place merepresentasikan masyarakat maya di era digital. Objek penelitian yang merupakan sebuah artefak digital atau time capsule (kapsul waktu) ini dianalisis dengan menggunakan metode analisis Semiotika Roland Barthes sebagai metode pengumpulan data serta Teori Masyarakat Jaringan oleh Manuel Castells sebagai panduan. Hasil yang didapatkan menyebutkan bahwa masyarakat maya yang hidup di era digital ternyata memiliki banyak kesamaan dengan masyarakat yang hidup di dunia nyata, seperti penerapan metode kehidupan nyata, berupa; interaksi sosial, stratifikasi sosial, kebudayaan, pranata sosial, dan lain sebagainya. Hanya saja aktivitas-aktivitas tersebut terjadi pada ruang digital. Selain daripada itu, ditemukan juga bahwa masyarakat maya memiliki beberapa ciri-ciri yang mendefinisikan dirinya, antara lain; terhubung secara global, fleksibel dan dinamis, desentralisasi, serta terbentuk identitas yang kompleks. Satu hal lain yang mirip dengan dunia nyata, bahwa sebuah masyarakat maya ternyata juga membutuhkan sebuah pihak yang berperan sebagai oposisi agar dirinya dapat terus berkembang. Hal ini tergambarkan pada kanvas r/place melalui beberapa potong bagian yang telah dianalisis. Selama peran tersebut dipahami sebagai upaya yang membangun, maka interaksi antara mereka dikatakan sebagai interaksi yang positif. Secara keseluruhan, r/place merupakan wadah yang bersifat dinamis yang menghasilkan sebuah karya seni yang kolektif, mencerminkan kreativitas, koordinasi, kompetisi dan semangat komunitas pengguna internet di seluruh dunia.

Kata Kunci : Masyarakat Maya, Era Digital, r/place, Semiotika

The development of communication and information technology is increasingly giving rise to many phenomenons that have never been seen before. The Internet—as one of the products of this development—has triggered the emergence of new concepts such as ‘virtual society’. Some time ago, an experiment was held on a social media called Reddit, where every virtual society could participate by filling an empty online canvas with a colored dot. This study aims to find out how the r/place canvas represents virtual society in the digital era. The object of the study, which is a digital artifact or a time capsule, was analyzed using Roland Barthes' Semiotic analysis method as a data collection method and Manuel Castells' Network Society Theory as a guide. The results obtained stated that virtual society living in the digital era actually has many similarities with society living in the real world, such as the application of real-life methods, in the form of; social interaction, social stratification, culture, social institutions, and so on. It's just that these activities occur in digital space. In addition, it was also found that virtual society has several characteristics that define it, including; globally connected, flexible and dynamic, decentralized, and the formation of complex identities. Another thing that is similar to the real world is that a virtual society also needs a party that acts as an opposition so that it can continue to develop. This is depicted on the r/place canvas through several pieces that have been analyzed. As long as the role is understood as a constructive effort, then the interaction between them is said to be a positive interaction. Overall, r/place is a dynamic space that produces a collective work of art, reflecting the creativity, coordination, competition and spirit of the internet user community around the world. Keywords: Virtual Society, Digital Era, r/place, Semiotics

Citation



    SERVICES DESK