<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145325">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TOTAL INTRAVENOUS ANESTHESIA (TIVA) THIOPENTAL DENGAN DEXMEDETOMIDINE TERHADAP BISPECTRAL INDEX SCALE (BIS) DAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA PASIEN CRANIOTOMY KARENA TRAUMATIC BRAIN INJURY (TBI) DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ali Arshaddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran - Spesialis Anestesiologi  dan Terapi Intensif</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Traumatic Brain Injury (TBI) atau cedera otak traumatis dapat disebabkan oleh benturan, pukulan, atau guncangan yang kuat pada kepala atau tubuh, atau akibat benda yang menembus tengkorak dan masuk ke otak. Kemudian jenis tatalaksana yang tersering adalah craniotomy. Craniotomy merupakan operasi bedah saraf yang berisiko tinggi pada pasien dengan cidera otak atau tumor otak, karena memiliki banyak komplikasi pascaoperasi seperti infeksi intrakarnial, perdarahan, dan hipo/hipertensi. Terdapat berbagai agen hipnotik-sedatif yang digunakan dalam operasi bedah saraf seperti Thiopental dan Dexmedetomidine. Dalam penggunaannya obat-obatan anestesi, selain dinilai pengaruhnya terhadap kedalaman anestesi, perlu juga dilakukan penilaian hemodinamik yang mana ikut andil dalam mempengaruhi paska operasi terhadap pasien. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas Thiopental dengan Dexmedetomidine terhadap perubahan kedalaman anestesi dengan penilaian Bispectral Index Scale (BIS) dan perubahan hemodinamik dengan mempertahankan Mean Arterial Pressure (MAP) pada pasien operasi craniotomy karena TBI di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA).&#13;
Metodologi: Desain penelitian menggunakan single-blinded Randomized Clinical Trials (RCTs) dengan jumlah sampel 34 subjek penelitian yang dilakukan craniotomy karena TBI dengan menggunakan teknik anestesi umum. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok Thiopental diberikan induksi 4 mg/kg dan 5 mg/kg/jam selama intraoperasi dan kelompok Dexmedetomidine diberikan induksi 1 mcg/kg selama 10 menit dan 5 mcg/kg/jam selama intraoperasi. Selanjutnya, dilakukan penilaian terhadap BIS dan MAP untuk diuji.&#13;
Hasil: Berdasarkan uji multivariat didapatkan nilai BIS dan MAP pada waktu induksi dan setelah intubasi berda signifikan antara dua kelompok (p-value</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145325</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-06 16:39:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-07 08:12:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>