PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUAREYANG DIPADUKAN DENGAN MODEL JIGSAWUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 11 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUAREYANG DIPADUKAN DENGAN MODEL JIGSAWUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 11 BANDA ACEH


Pengarang

WAN NADIA ULFA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006101120001

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata kunci: penerapan, word square, jigsaw, hasil belajar, geografi
Word Square merupakan model pembelajaran yang memadukan kemampuan pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Word Square yang dipadukan dengan model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa dapat terlaksana dengan baik, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-3 SMA Negeri 11 Banda Aceh yang terdiri dari 22 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes pre-test dan post-test untuk hasil belajar siswa, menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat, pada siklus I terdapat 15 siswa yang tuntas secara individual dan 7 siswa yang tidak tuntas, pada siklus II terdapat 19 siswa yang tuntas secara individual dan 3 siswa yang tidak tuntas dari 22 orang siswa. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 62,5% pada siklus I menjadi 87,5% pada siklus ke II. Aktitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal. Keterampilan guru meningkat dari sedang (2,5) menjadi baik (3,4) dan respon siswa terhadap penerapan model Word Square yang dipadukan dengan model Jigsaw adalah 81,8% dari 22 siswa menjawab dapat memperjelas pemahaman terhadap materi yang dipelajari dengan model Word Square yang dipadukan dengan model Jigsaw.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK