<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145265">
 <titleInfo>
  <title>REVITALISASI GAMPONG PANDE MENUJU PERKAMPUNGAN BERKELANJUTAN TEMA:</title>
  <subTitle>SUSTAINABLE ARCHITECTURE</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Romiyansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 Gampong Pande merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh Gampong Pande juga merupakan cikal bakalnya  kota  Banda Aceh yaitu awalnya pusat kerajaan Lamuri dan kemudian menjadi  Bandar  Darussalam  masa  Aceh  pada  lalu. Pada saat datangnya Belanda setelah  terjadi peperangan dan Aceh coba di kuasai Belanda daerah ini diganti nama menjadi Gampong pande karena penduduknya berpropesi sebagai pandai  besi  Hingga sekarang daerah ini masih dengan nama gampong Pande dengan berbagai  macam kekhasan yang ada pada desa ini seperti adanya situs budaya, hutan nipah, daerah tambak yang luas dan juga peninggalan mengolah logam.  Namun pada saat terjadinya bencana  gempa bumi yang kemudian  disusul dengan gelombang  Tsunami  pada tanggal 26 Desember 2004, desa ini  mengalami kerusakan total sehingga untuk mengetahui keberadaaan desa ini  masyarakat mengidentifikasinya dengan melihat sisa dari situs budaya makam Tgk Di Kandang dan juga beberapa situs makam budaya yang lainnya Kemudian masyarakat mencoba kembali ke desa dan membangun  kembali tempat mereka tinggal, Pada saat inilah paling tepat untuk menata kembali kawasan desa  ini menjadi kawasan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan segala aspek yang dimiliki oleh kawasan ini sehingga dalam penataannya, bukan saja kawasan yang di tata namun membangun desanya  bersamaan membendayakan masyarakatnya dalam perekonoman sehingga desa  ini bisa mandiri. Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu prinsip yang tepat digunakan dalam penataan desa ini karena yang diinginkan adalah menjaga warisan-warisan yang ada pada kawasan ini dan juga peningkatan sumber daya alamnnya bersamaan dengan peningkatan sumber daya manusianya. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145265</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-06 15:12:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-06 15:12:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>