<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145261">
 <titleInfo>
  <title>PRAKTIK POLITIK UANG DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH BENER MERIAH TAHUN 2017</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANDRIAN AULIA MZ</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan suatu wujud nyata dari demokrasi dan menjadi sarana bagi rakyat dalam menyatukan kedaulatan. Kedaulatan rakyat dapat diwujudkan dalam proses pilkada untuk menentukan siapa yang harus menjalankan pemerintahan suatu wilayah. Pelaksanaan Pilkada diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2017 dan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 yang sebelumnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang. Pasal 1 Ayat 1 disebutkan bahwa pelaksanaan kedaulatan rakyat di Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memilih Gubernur, Bupati, dan Walikota dilaksanakan secara langsung dan demokratis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori politik uang yang dikemukakan oleh Aspinal dan Sukmajati. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah Bener Meriah 2017 Faktor Ekonomi, pendidikan politik, dan sistem proporsional terbuka Adapun dampak yang ditimbulkan dari praktek politik uang dalam pemilihan kepala daerah Bener Meriah 2017 adalah Melemahkan Kedaulatan Rakyat, Merusak Pondasi Bangsa dan menghasilkan pemerintah yang korup. Perlu dilakukan pendidikan politik secara terus menerus terutama sebelum pemilu di dalam masyarakat tentang akibat atau dampak negatif dari Politik Uang.&#13;
KATA KUNCI: Pilkada, Politik Uang, Bener Meriah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145261</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-06 15:05:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-06 15:57:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>