<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="145237">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN TINGKAT NYERI PADA TORAKOSINTESIS DENGAN INFILTRASI LIDOKAIN DAN PENAMBAHAN LIDOKAIN TOPIKAL DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ilham Mulyana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas kedokteran - Program studi pendidikan spesialis-i pulmonologi dan kedokteran respirasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Torakosintesis adalah prosedur medis yang dilakukan dengan menyisipkan kanula ke dalam rongga dada setelah dilakukannya anestesi local untuk tujuan diagnostik dan terapeutik. Nyeri selama injeksi merupakan komplikasi anestesi lokal dan memerlukan penanganan efektif. Anastesi topikal merupakan alternative noninvasif untuk menginduksi analgesia, mudah digunakan, dan memiliki efek samping sistemik yang lebih sedikit.&#13;
Tujuan: Menganalisa perbandingan tingkat nyeri pada torakosintesis dengan infiltrasi lidokain dan penambahan lidokain topikal di RSUDZA Banda Aceh.&#13;
Metode: Eksperimental dengan desain uji klinis (parallel trial), Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Penelitian ini menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) untuk menilai tingkat nyeri terhadap 100 pasien dengan rincian 50 pasien menjalani prosedur torakosintesis dengan agen anestesi infiltrasi tunggal dan 50 pasien dengan agen anestesi kombinasi (topikal dan inflitrasi) pada Maret sampai Mei 2024.&#13;
Hasil: Dominan laki-laki (66%), berusia 41-60 tahun (55%), perokok berat (52%) dan lokasi efusi pleura terbanyak yaitu hemithorax dextra (51%). Tingkat nyeri pada kelompok pemberian anestesi tunggal (infiltrasi) dominan sedang (54%) dan kelompok pemberian anestesi kombinasi (topikal dan infiltrasi) dominan ringan (54%). Median tingkat nyeri lebih rendah pada anastesi kombinasi (median=3) dibandingkan pada anastesi tunggal (median=5).&#13;
Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat nyeri antara kelompok penggunaan agen anestesi kombinasi topikal-infiltrasi dengan infiltrasi tunggal pada prosedur torakosintesis (P-value: 0,026 dan NNT:6,25), sehingga anastesi kombinasi topikal- infiltrasi lebih efektif dalam mengurangi nyeri pada prosedur torakosintesis di RSUDZA Banda Aceh&#13;
Kata Kunci: Anastesi infiltrasi, anastesi topikal, tingkat nyeri, torakosintesis, efusi pleura, Numerical Rating Scale (NRS)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>145237</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-06 14:04:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-06 15:42:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>