ANALISIS PERFORMANSI ALAT PENGERING TIPE BAK UNTUK PINANG ( ARECA CATECHU L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERFORMANSI ALAT PENGERING TIPE BAK UNTUK PINANG ( ARECA CATECHU L.)


Pengarang

Ruslan Agussani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0505106010043

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

660.284 26

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pinang adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Pinang merupakan salah satu komoditi pertanian yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Buah pinang terlebih dahulu dikeringkan, agar mudah dikupas untuk di ambil bijinya. Tingkat kekeringan pinang berpengaruh terhadap kualitas pinang itu sendiri. Ada beberapa metode pengeringan pinang diantaranya pengeringan alamiah dan buatan. Pengeringan alamiah adalah pengeringan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber panas sedangkan, pengeringan buatan adalah pengeringan menggunakan alat pengering.
Alat pengering tipe bak mempunyai tiga bagian utama yaitu ruang pengering,
ruang pembakaran yang dilengkapi dengan penukar panas, dan blower ukuran 3". Adapun parameter yang diukur adalah distribusi temperature pada alat pengering, kelembaban relatif( RH ), penurunan kadar air, kecepatan udara kapasitas pengering dan efisiensi pengering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pengering tipe bak untuk pengering pinang dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pasca Panen Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala mulai bulan Oktober s.d November 2009. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pinang (Areca catechu L.) berasal dari Aceh Besar, umur panen 85 hari. Untuk ketebalan 40 cm scbanyak 53 kg dan untuk ketebalan 60 cm sebanyak 78 kg.
Hasil penelitian diperoleh temperatur tertinggi 63,8"C, dan Kelembaban Relatif (RH) tertinggi 93,5% terendah 80,1%. Pengeringan dengan ketebalan 40 cm kadar air awal 63,73% di akhir pengeringan kadar air mencapai pada bagian atas bak pengering pinang 42,19%, tengah 40,51%, dan bawah 26,66%. Ketebalan 60 cm kadar air awal 64,32% di akhir pengeringan kadar air mencapai pada bagian atas
45,93%, tengah 39,01%, dan bawah 23,08%.Kecepatan aliran udara pada blower 13 m/s dan lingkungan 0,1 m/s di ukur menggunakan anemometer. Pengering tipe bak menampung 78 kg pinang. Ketebalan 40 cm dibutuhkan sebanyak 53 kg kemudian susut menjadi 30,5 kg dengan kapasitas pengeringan 2,30 kg/jam selama 23 jam.
Ketebalan 60 cm dibutuhkan 78 kg kemudian susut menjadi 38 kg dengan kapasitas pengeringan 2,03 kg/jam selama 28 jam. Konsumsi bahan bakar untuk uji kosong 7,5 liter selama 9 jam, untuk ketebalan pinang 40 cm = I9 liter selama 22 jam, sedangkan ketebalan pinang 60 cm = 26,5 liter selama 28 jam. Sedangkan efsiensi
pengeringan ketebalan 40 cm sebesar 40% dan ketebalan 60 cm sebesar 25,26%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK