<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14499">
 <titleInfo>
  <title>KEBIJAKAN PENANGGULANGAN PENGUNGSI OLEH PEMERINTAH RNAUSTRALIA DITINJAU DARI PRINSIP NON-REFOULEMENT DALAM RNCONVENTION RELATING TO THE STATUS OF REFUGEES, 1951</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI MARIATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
PUTRI MARIATI,  KEBIJAKAN PENANGGULANGAN  PENGUNGSI &#13;
2015  OLEH PEMERINTAH  AUSTRALIA DITINJAU &#13;
DARI PRINSIP  NON-REFOULEMENT  DALAM &#13;
CONVENTION RELATING TO THE STATUS OF &#13;
REFUGEES, 1951&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vi, 58) pp., bibl., appdx.&#13;
(Lena Farsia, S.H., M.H., LL.M)&#13;
Perlindungan bagi pengungsi internasional secara legal formal diatur dalam &#13;
Convention Relating to The Status of Refugees,  1951.  Salah satu yang menjadi &#13;
prinsip dasar perlindungan pengungsi  dalam konvensi  adalah prinsip  non-refoulement  yang  diatur  dalam Pasal  33 Ayat (1),  yaitu  larangan pengusiran atau &#13;
pemulangan kembali para pengungsi/pencari suaka ke wilayah dimana mereka &#13;
mengalami persekusi.  Prinsip ini juga telah berkembang menjadi salah satu bentuk &#13;
jus cogens.  Australia  adalah negara peratifikasi Konvensi 1951 dan  menjadi negara &#13;
tujuan pengungsi,  oleh karena itu Australia  wajib  melaksanakan  semua ketentuan &#13;
konvensi.  Akan  tetapi dalam beberapa kasus  Australia dinilai melakukan &#13;
pelanggaran terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam prinsip tersebut.&#13;
Penulisan ini  bertujuan  untuk mengetahui  dapat atau tidak  penerapan &#13;
ketentuan prinsip  non-refoulement  dikecualikan  oleh  Australia  dan  kesesuaian &#13;
kebijakan pemerintah Australia dalam upaya penanggulangan pengungsi &#13;
internasional dengan pengaturan prinsip non-refoulement dalam Konvensi 1951. &#13;
Data penelitian didapatkan dengan menggunakan  metode penelitian hukum &#13;
normatif,  yaitu penelitian  berdasarkan  data  sekunder yang diperoleh dari bahan &#13;
kepustakaan  berkaitan dengan  ketentuan  perlindungan pengungsi dalam  Konvensi &#13;
Pengungsi 1951 khususnya prinsip  non-refoulement.  Data sekunder  yang digunakan &#13;
diperoleh  melalui serangkaian  kegiatan membaca, mengutip, menelaah  Konvensi &#13;
1951 dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan objek penelitian.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa  prinsip  non-refoulement  tidak dapat &#13;
dikecualikan  penerapannya oleh Australia meskipun dimungkinkan oleh Konvensi &#13;
1951.  Dalam hal menyangkut dengan  beberapa kebijakan dan tindakan &#13;
penanggulangan pengungsi, pemerintah Australia tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan prinsip  non-refoulement  meskipun dirasa &#13;
bertentangan dengan nilai kemanusiaan.&#13;
Disarankan untuk  dilakukan perubahan  pada Konvensi 1951 mengenai &#13;
kemungkinan dikecualikannya prinsip  non-refoulement  karena bertentangan dengan &#13;
sifat  jus cogens  yang melekat padanya, dan disarankan kepada  lembaga urusan &#13;
pengungsi internasional   khususnya dalam hal ini UNHCR untuk  bekerja  lebih keras&#13;
dan tegas  dalam  memantau/mengawasi  tindakan-tindakan  negara  berkaitan  dengan &#13;
pemberian perlindungan bagi pengungsi atau pencari suaka  sehingga tidak ada &#13;
kerugian yang ditimbulkan karenanya.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>14499</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-06 12:49:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-07-09 12:39:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>