<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144977">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA ACEH DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI PAUD FARISA KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aufa Rafika Zari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP PG PAUD (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Aceh dalam proses pembelajaran di PAUD Farisa, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah tiga guru, dan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia lebih dominan digunakan oleh guru pada semua tahapan pembelajaran. Pada tahap pembukaan, guru menggunakan Bahasa Indonesia untuk memberikan salam dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti, Bahasa Indonesia digunakan untuk menjelaskan materi dan memberikan instruksi, sedangkan Bahasa Aceh digunakan secara selektif saat bercerita, bernyanyi lagu tradisional, dan memperkuat hubungan sosial. Pada tahap penutup, Bahasa Indonesia kembali digunakan untuk merangkum pembelajaran dan memberikan pesan kepada anak. Hambatan dalam penggunaan Bahasa Aceh termasuk keterbatasan sumber belajar berbasis budaya lokal dan kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan bahasa tersebut secara efektif. Guru mengatasi hambatan ini dengan menciptakan media sederhana, seperti cerita rakyat bergambar, dan melibatkan anak dalam diskusi interaktif. Temuan ini mendukung teori Vygotsky tentang peran interaksi sosial dalam perkembangan bahasa anak serta teori Chomsky yang menekankan kemampuan bawaan anak dalam pemerolehan bahasa. Penelitian ini merekomendasikan agar guru lebih seimbang dalam menggunakan kedua bahasa, menyediakan materi pembelajaran berbasis budaya lokal, dan melibatkan orang tua untuk mendukung pelestarian Bahasa Aceh di rumah dan sekolah.&#13;
Kata Kunci:	Penggunaan Bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Aceh, Proses Pembelajaran di PAUD</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EARLY CHILDHOOD EDUCATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LANGUAGE - EDUCATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>KINDERGARDEN</topic>
 </subject>
 <classification>372.21</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-03 14:28:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-03 15:32:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>