<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144917">
 <titleInfo>
  <title>THE USE OF SIMPLE PAST TENSE ON STUDENTS’ WRITING OF RECOUNT TEXT AT SECOND GRADE OF SMAN 01 PEUKAN BADA (A DESCRIPTIVE ERROR ANALYSIS STUDY)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMANDA BALQIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis jenis-jenis kesalahan tata bahasa simple past tense yang dilakukan siswa ketika menulis teks recount. Data dalam penelitian ini diperoleh dari 20 siswa kelas dua SMAN 01 Peukan Bada, Aceh Besar. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan lembar kerja siswa yang berisi teks recount yang telah mereka kerjakan. Penelitian ini dilakukan dalam satu kali pertemuan. Setelah diberi dua jam pelajaran untuk menyelesaikan tulisan mereka, hasil teks kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data oleh Gass dan Selinker (2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 161 kesalahan yang ditemukan dalam teks recount yang dihasilkan siswa. Kesalahan tertinggi yang dilakukan siswa adalah misinformation (42,8%), omission (39,7%), addition (11,8%), dan yang terendah adalah misordering (5,5%). Peneliti menemukan bahwa misinformation merupakan kesalahan tertinggi dalam penelitian ini, dan kesalahan yang paling umum adalah penggunaan to be was dan were, serta regular dan irregular verb. Sedangkan pada tipe misordering, kesalahan terendah terjadi pada reverse ordering frasa kata benda.&#13;
&#13;
Kata kunci: Teks recount, simple present tense, jenis-jenis kesalahan analisis.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144917</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 16:24:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 16:37:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>