PENGARUH RUANG UDAR DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL (MIKROORGANISME LOKAL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH RUANG UDAR DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL (MIKROORGANISME LOKAL)


Pengarang

Rina Khairuna - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0505105010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
MOL atau mikroorganisme lokal adalah kumpulan mikroorganisme yang bisa diternakkan, yang berfungsi dalam kompos organik. Sebagian besar MOL mengandung mikroorganisme Lactobacillus (bakteri asam laktat) sebagai mikroorganisme pengurai. MOL merupakan cairan yang mengandung mikroorganisme yang dapat diproduksi sendiri bahan-bahan alami disekeliling kita (lokal), dimana bahan-bahan tersebut merupakan tempat yang disukai sebagai dari media untuk hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna dalam mempercepat penghancuran bahan-bahan organik (dekomposer) atau sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman. Adapun permasalahan dalam pembuatan MOL antara adalah tidak efektifnya kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup selama proses fermentasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) lain ada karena salah satu faktor yang ingin diutamakan atau Split Plot yang terdiri dari Petak Utama dan Anak Petak. Petak Utama adalah rang udara (R) yang terdiri dari 3 = taraf yaitu R; 20%, R = 50%, dan R = 80%. Anak Petal adalah lama penyimpanan (L) yang terdiri dari 5 taraf yait L = 0 minggu, L = I mingg, L2 minggu, L= 3 minggu, dan Lg = 4 minggu. Kombinasi dari perlakuan adalah 3x 5 dengan menggunakan 2 kali ulangan (U) sehingga diperoleh 30 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan terhadap MOL meliputi Total mikrooorganisme (TCC), nilai pH, temperatur, dan uji organoleptik untuk melihat warna dan aroma mutu MOL dihasilkan yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi ruang udara berpengaruh sangat nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK