<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144827">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH WAKTU PENGUKUSAN DAN METODE PENGERINGAN TERHADAP  KARAKTERISTIK  KERIPIK  SIMULASI  BIJI  NANGKA  (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulfiati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masyarakat Indonesia telah lama mengenal keripik scbagai makanan kecil, jenis  makanan ini  pada umumnya dikonsumsi  sebagai makanan  yang  mampu membangkitkan  selera   atau   sekedar   dikonsumsi  sebagai  makanan  kecil.  Keripik adalah makanan ringan (snack food)  yang tergolong jenis  makanan  crackers,  yaitu makanan yang bersifat  kering dan renyah (crispy).  Salah  satu jenis  keripik yang sudah mulai masuk ke pasaran adalah keripik simulasi, yaitu keripik yang pada pembuatannya  melibatkan   proses   pengukusan,  pengadonan,  pembuatan    lembaran tipis,  pencetakan,   pengeringan  dan penggorengan.  Keuntungan pembuatan keripik simulasi  dibandingkan  dengan keripik   tradisional    adalah  keripik  simulasi   dapat dicetak dengan ukuran dan bentuk sesuai selera. Bentuk dan ukuran keripik simulasi dapat dibuat  seragam,  aplikasi  bumbu  dan  pecitarasa  lainnya  lebih  mudah,  kadar air dan gula pereduksi dapat diatur.&#13;
Salah satu jenis  tanaman   hortikultura  yang dapat diolah   menjadi  keripik simulasi   adalah biji  buah  nangka  (Artocarpus Heterophyllus).  Sclama   ini pemanfaatan biji nangka sebagai produk pangan masih sangat terbatas,  biasanya biji nangka hanya dimasak sebagai  kolak, direbus atau dibakar. Pemanfatan  biji  nangka sebagai keripik simulasi merupakan diversivikasi bahan pangan menjadi suatu produk yang  akan memberikan  manfaat dalam  peningkatan  nilai gunanya dan bernilai ekonomis.  Salah  satu   faktor yang  paling  menentukan  mutu keripik simulasi adalah proses pengukusan dan pengeringan.&#13;
Penelitian  ini bertujuan untuk mempelajari  pengaruh waktu  pengukusan  dan&#13;
&#13;
metode pengeringan terhadap rendemen, kadar air,  rasio pengembangan.  kadar abu,&#13;
&#13;
kadar pati serta sifat  organoleptik  (warna, masa,  aroma dan kerenyahan).  Penelitian&#13;
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial  dengan pola 4 x 2, yang&#13;
&#13;
terdiri dari 2  (dua) faktor. Faktor pertama yaitu waktu pengukusan (A) yang terdiri dari 4 (empat)  taraf yaitu A = 10 menit, A= 20 menit, A3= 30 menit, A,= 40 menit. Faktor kedua yaitu metode pengeringan (B) yang terdiri  dari 2 (dua) taraf yaitu B; = metode matahari,  B = metode oven.  Kombinasi perlakuan adalah 8  dengan  3 kali pengulangan dan ulangan sebagai kelompok sehingga seluruhnya terdapat 24 satuan&#13;
percobaan.  Analisis dilakukan  terhadap bahan  baku (biji  nangka) yang  meliputi analisis  kadar  air, kadar abu dan kadar pati.  Analisis dilakukan terhadap keripik biji nangka meliputi analisis rendemen, kadar air, rasio pengembangan, kadar abu, kadar pati  dan uji  organoleptik meliputi warna,  rasa, aroma dan kerenyahan keripik   biji&#13;
nangka.&#13;
&#13;
Hasil  analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan waktu pengukusan berpegaruh nyata (P0.05)  terhadap  rendemen, kadar abu, kadar pati, rasio pengembangan dan  nilai organolepik   warna,  rasa,   aroma  dan  kerenyahan.   Perlakuan  metode pengeringan berpengaruh sangat nyata (P0.05) terhadap kadar abu, rasio pengembangan,  kadar  pati  dan uji  organoleptik warna, rasa dan aroma. Interaksi antara waktu pengukusan dan metode pengeringan berpengaruh nyata (P-0.05) terhadap rendemen, kadar air, kadar pati, rasio pengembangan, dan uji organoleptik warna, rasa, aroma dan kerenyahan. Hasil terbaik dari penelitian inidiperoleh dengan menggunakan metode  pengeringan matahari dengan waktu  pengukusan 20 menit dengan rendemen 41.34%, kadar air 1.02%, kadar abu 3.10%,dan kerenyahan 3.26.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144827</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 12:06:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 12:06:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>