Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PREFERENSI DAN PEMAKNAAN MASYARAKAT PENERIMA BANTUAN SOSIAL DI DESA KRUENG KLUET: ANTARA BLT DAN ZAKAT
Pengarang
SURIYATI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2010101010067
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pemaknaan masyarakat terhadap zakat tidak hanya bersifat material, tetapi juga spiritual, karena zakat dipandang sebagai bagian dari ketaatan religius dan solidaritas sosial. Meskipun demikian, faktor ekonomi, kepercayaan terhadap pengelola zakat, dan pengalaman pribadi mempengaruhi tingkat kepuasan dan preferensi mereka terhadap zakat. Penelitian ini menemukan bahwa perbedaan preferensi antara BLT dan zakat dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, dan pemahaman religius masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi dan pemaknaan masyarakat Desa Krueng Kluet terhadap dua bentuk bantuan sosial, yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan zakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan masyarakat penerima bantuan. Selain itu, teori tindakan sosial Max Weber digunakan sebagai landasan analisis dalam memahami preferensi dan makna yang diberikan oleh masyarakat terhadap kedua bentuk bantuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat lebih memilih BLT karena dianggap lebih praktis, fleksibel, dan langsung bermanfaat untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari. BLT dinilai lebih mudah diakses tanpa syarat-syarat religius tertentu, sehingga masyarakat cenderung memprioritaskannya di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Di sisi lain, zakat dipahami sebagai kewajiban agama yang penting, namun beberapa penerima zakat menganggap distribusi zakat kurang adil dan tidak merata, yang menyebabkan munculnya penolakan atau ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar distribusi zakat ditingkatkan transparansinya dan lebih merata, serta perlunya edukasi lebih lanjut mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen sosial dan religius. Di sisi lain, program BLT juga perlu terus dikembangkan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kata Kunci: Preferensi, Pemaknaan, Bantuan Sosial
ABSTRCT The public's meaning of zakat is not only material, but also spiritual, because zakat is seen as part of religious obedience and social solidarity. However, economic factors, trust in zakat managers, and personal experience influence their level of satisfaction and preference for zakat. This research found that differences in preferences between BLT and zakat are influenced by social, economic conditions and people's religious understanding. This research aims to analyze the preferences and meaning of the people of Krueng Kluet Village towards two forms of social assistance, namely Direct Cash Assistance (BLT) and zakat. This research uses a qualitative method with a case study approach, where data is collected through in-depth interviews with aid recipient communities. In addition, Max Weber's theory of social action is used as a basis for analysis in understanding the preferences and meanings given by society to these two forms of assistance. The research results show that the majority of people prefer BLT because it is considered more practical, flexible and directly useful for daily economic needs. BLT is considered easier to access without certain religious requirements, so people tend to prioritize it amidst difficult economic conditions. On the other hand, zakat is understood as an important religious obligation, but some zakat recipients consider the distribution of zakat to be unfair and uneven, which causes rejection or dissatisfaction among society. This research suggests that the distribution of zakat should be increased in transparency and more evenly, as well as the need for further education regarding the importance of zakat as a social and religious instrument. On the other hand, the BLT program also needs to continue to be developed because it provides real benefits for people in need. Keywords: Preference, Meaning, Social Assistance
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PREFERENSI MASYARAKAT MEMBAYAR ZAKAT DI BAITUL MAL KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (LUTHFI HADI MUSLIM, 2022)
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN MASYARAKAT MISKIN PENERIMA BANTUAN LANGSUNG TUNAI DESA DI KECAMATAN TAPAKTUAN MENGGUNAKAN ARCGIS ONLINE (Aldi Novian Viscal, 2024)
PENGARUH MEDIASI MODAL MANUSIA PADA BANTUAN SOSIAL DAN ZAKAT TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH (STUDI KASUS DI KABUPATEN PIDIE) (Mustafa, 2025)
ANALISIS EFEKTIVITAS PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF UNTUK KESEJAHTERAAN PENERIMA BANTUAN MODAL USAHA BAITUL MAL KOTA BANDA ACEH (FILZAH HAYATI, 2025)
PERAN DINAS SOSIAL KABUPATEN PIDIE DALAM PENGAWASAN VERIFIKASI DATA PENERIMA BANTUAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI GAMPONG SUKAJAYA KECAMATAN MUARA TIGA (ZAHARA MALDINA, 2023)