<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144803">
 <titleInfo>
  <title>PREFERENSI DAN PEMAKNAAN MASYARAKAT PENERIMA BANTUAN SOSIAL DI DESA KRUENG KLUET:</title>
  <subTitle>ANTARA BLT DAN ZAKAT</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SURIYATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Pemaknaan masyarakat terhadap zakat tidak hanya bersifat material, tetapi juga spiritual, karena zakat dipandang sebagai bagian dari ketaatan religius dan solidaritas sosial. Meskipun demikian, faktor ekonomi, kepercayaan terhadap pengelola zakat, dan pengalaman pribadi mempengaruhi tingkat kepuasan dan preferensi mereka terhadap zakat. Penelitian ini menemukan bahwa perbedaan preferensi antara BLT dan zakat dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, dan pemahaman religius masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi dan pemaknaan masyarakat Desa Krueng Kluet terhadap dua bentuk bantuan sosial, yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan zakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan masyarakat penerima bantuan. Selain itu, teori tindakan sosial Max Weber digunakan sebagai landasan analisis dalam memahami preferensi dan makna yang diberikan oleh masyarakat terhadap kedua bentuk bantuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat lebih memilih BLT karena dianggap lebih praktis, fleksibel, dan langsung bermanfaat untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari. BLT dinilai lebih mudah diakses tanpa syarat-syarat religius tertentu, sehingga masyarakat cenderung memprioritaskannya di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Di sisi lain, zakat dipahami sebagai kewajiban agama yang penting, namun beberapa penerima zakat menganggap distribusi zakat kurang adil dan tidak merata, yang menyebabkan munculnya penolakan atau ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar distribusi zakat ditingkatkan transparansinya dan lebih merata, serta perlunya edukasi lebih lanjut mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen sosial dan religius. Di sisi lain, program BLT juga perlu terus dikembangkan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Preferensi, Pemaknaan, Bantuan Sosial&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144803</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 10:37:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 11:55:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>