<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144769">
 <titleInfo>
  <title>MODIFIKASI DAN UJI KINERJA MATA PISAU MESIN PEMOTONG RUMPUT TIPE GENDONG PADA PENYIANGAN GULMA DI LAHAN SAWAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MOHD. RIFQI AKBAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gulma di lahan sawah sering bersaing dengan tanaman padi untuk mendapatkan sumber daya seperti air, nutrisi, dan cahaya, sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman utama dan menurunkan hasil panen. Penggunaan alat penyiang mekanis dianggap lebih efisien daripada metode manual, terutama di lahan sawah yang luas, tetapi efektivitas mesin penyiang sangat dipengaruhi oleh desain dan sudut mata pisau yang digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh sudut mata pisau (50°, 70°, dan 90°) terhadap kinerja alat dalam penyiangan gulma, dengan harapan dapat menemukan konfigurasi mata pisau yang optimal.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Tampieng Tunong, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, dan di Pusat Riset Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dari Mei hingga September 2024. Peralatan yang digunakan antara lain meliputi mesin potong rumput merek Radin, tachometer, perangkat komputer dengan software AutoCAD, serta alat bantu seperti las listrik dan gerinda untuk modifikasi mata pisau. Mesin diuji pada kecepatan minimum dan maksimum untuk setiap sudut pisau yang dimodifikasi, dengan pengukuran meliputi kapasitas lapang aktual, kapasitas lapang teoritis, konsumsi bahan bakar, serta efisiensi pemotongan gulma.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada putaran minimum sudut mata pisau 90° memberikan kapasitas lapang aktual tertinggi, yaitu 0.0508 m²/detik, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan sudut 50° dan 70°. Hal ini menunjukkan bahwa pada sudut 90°, mesin dapat memotong lebih banyak gulma dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu, ditemukan bahwa konsumsi bahan bakar cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya sudut mata pisau pada kecepatan maksimum. Sudut 90° membutuhkan konsumsi bahan bakar tertinggi, yang mencerminkan peningkatan beban mesin saat memotong gulma pada sudut yang lebih besar. Dari segi efisiensi pemotongan, sudut mata pisau 50° pada kecepatan minimum menghasilkan efisiensi tertinggi, yaitu 91%, sedangkan sudut 90° pada kecepatan maksimum menunjukkan efisiensi terendah, yaitu 85%.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144769</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 16:54:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 08:36:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>