<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144757">
 <titleInfo>
  <title>KETERGANTUNGAN INSTAGRAM DAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadya Faradisi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Instagram merupakan salah satu platform media sosial paling populer di kalangan generasi Z di Indonesia. Namun penggunaan Instagram yang tinggi dapat mengakibatkan ketergantungan bagi para penggunanya. Ketergantungan ini dapat memicu rasa takut ketinggalan informasi terbaru yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FoMO). FoMO merupakan perasaan takut ketika melewatkan tren atau peristiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketergantungan Instagram dan Fear of Missing Out pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan teori ketergantungan media yang dikembangkan oleh Melvin Defluer dan Sandra Ball Roceach. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan  melalui wawancara semi terstruktur yang dilakukan dengan lima orang mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang mengalami ketergantungan pada Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara ketergantungan Instagram dengan Fear of Missing Out pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Informan mulai merasa Fear of Missing Out setelah menggunakan Instagram secara intens. Ketergantungan pada Instagram dapat menyebabkan perasaan FoMO menjadi lebih kuat. Paparan konten dari Instagram memunculkan rasa kekhawatiran yang berlebih sehingga mendorong penggunanya untuk terus menerus mengikuti informasi terbaru.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Fear of Missing Out, Instagram, Ketergantungan Media&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144757</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 16:32:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-02 08:23:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>