<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144749">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA TENTANG KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL X</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Maulida Julekha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media massa mempunyai peran yang signifikan di dalam memberikan batasan atau konsep pornografi yang lebih jelas, pornografi pada media sosial X menjadi peluang yang terbuka lebar. Masyarakat dengan mudah dapat melihat konten negatif hanya dengan melihat tagar trending di X. Pornografi menyebabkan persepsi yang terdistrosi dari realitas sosial. Beberapa kasus menunjukkan apabila seseorang individu berulang kali melihat pornografi akan dapat memunculkan masalah/gangguan mental dalam hal seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa Universitas Syiah Kuala tentang konten pornografi di media sosial X.  Penelitian ini menggunakan Teori Kultivasi, yang dikembangkan oleh George Gerbner dengan menggunakan  pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan 3 indikator persepsi yaitu, penyerapan rangsang dari konten pornografi yang membentuk sebuah gambaran dan kemudian diinterpretasikan menjadi sebuah  pengertian atau pemahaman terhadap konten pornografi  sehingga terbentuk  penilaian atau evaluasi yang dapat menciptakan sebuah persepsi pada informan.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semiterstruktur. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan informan sebanyak 4 orang mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang terdiri dari 3 fakultas yaitu FISIP, FKIP, dan FH dengan kriteria: (1) sering melihat atau menonton konten pornografi di media sosial X. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa pornografi dianggap sebagai bagian dari hiburan atau eksplorasi seksual, hal ini  dapat berdampak pada kesehatan mental, hubungan interpersonal, serta perilaku seksual dan terdapat perbedaan preferensi antara informan laki-laki dan perempuan saat melihat konten pornografi di media sosial X. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Persepsi, Konten Pornografi,  Media sosial X, Teori Kultivasi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144749</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 16:13:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 16:18:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>