<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144747">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN GAHARU (AQUILARIA MALACCENSIS LAMK.) SEBAGAI ANTI-HELMINTH TERHADAP ASCARIDIA GALLI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Wafi Ahlami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan anti-helminth secara berkelanjutan menyebabkan perkembangan resistensi obat anti cacing terus meningkat sementara prevalensi penyakit cacingan masih sangat tinggi. Aquilaria malaccensis berpotensi menjadi anti-helminth alternatif karena adanya kandungan senyawa-senyawa yang bersifat anti-helminth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas ekstrak daun A. malaccensis sebagai penghambat pertumbuhan Ascaridia galli serta untuk mengetahui jumlah konsentrasi terkecil ekstrak yang mampu memberikan aktivitas tersebut. Ekstraksi daun A. malaccensis dilakukan dengan metode maserasi bertingkat dan menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat serta etanol yang telah didestilasi, kemudian terhadap ekstrak dilakukan karakterisasi. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian the posttest-only with control group design. Variasi konsentrasi ekstrak yaitu 5; 10; 15; dan 20%. Simplisia daun A. malaccensis mengandung kadar air sebesar 7,8%. Ekstrak n-heksana daun A. malaccensis mengandung kadar air sebesar 18,33%. Ekstrak etil asetat daun A. malaccensis mengandung kadar air sebesar 24,33%, kadar sari larut air 2,64%, kadar sari larut etanol 56,26% dan kadar abu total 2,06%. Ekstrak etanol daun A. malaccensis mengandung kadar air sebesar 13,33%, kadar sari larut air 25,83%, kadar sari larut etanol 73,33% dan kadar abu total 9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol daun A. malaccensis memiliki aktivitas sebagai penghambat pertumbuhan A. galli dengan aktivitas paling kecil diberikan oleh ekstrak n-heksana dan aktivitas paling besar diberikan oleh ekstrak etanol. Jumlah konsentrasi terkecil masing-masing ekstrak yang mampu menghasilkan aktivitas anti-helminth dengan menyebabkan kematian pada 50% cacing A. galli secara efektif adalah ekstrak etil asetat 42,03% dan ekstrak etanol 24,90%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144747</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 16:06:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 16:09:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>