<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144725">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN PAPARAN ASAP ROKOK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DWI AFRAAH SYAAKIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Merokok pada remaja berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental, baik pada perokok maupun yang terpapar asapnya, seperti meningkatkan risiko ketergantungan nikotin, gangguan paru-paru, penyakit jantung, serta masalah kognitif dan mental seperti kecemasan dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan paparan asap rokok dikalangan remaja usia Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain korelatif dan menggunakan pendekatan cross sectional study. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik Proporsional random sampling dengan jumlah sampel terpilih sebanyak 273 responden dari 856 populasi di SMA. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner Glover-Nilsson Smoking Behavior Questionnaire (GN-SBQ) dan The secondhand smoke exposure scale (SHSES) yang disebarkan ke responden di ruang kelas (sekolah). Hasil penelitian setelah disederhanakan menunjukkan bahwa sebanyak 123 dari 273 siswa merokok dengan mayoritas perilaku merokok mereka berada dalam kategori dengan tingkat ketergantungan ringan (63,4% responden), paparan asap rokok remaja berada dalam kategori paparan sedang (61% responden). Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan paparan asap rokok dikalangan remaja usia sekolah menengah atas (p-value = 0,000). Kesimpulan semakin tinggi perilaku merokok, semakin besar risiko terpapar asap rokok. Disarankan kepada pihak sekolah untuk memberikan edukasi yang mendalam tentang merokok dan paparan asap rokok kepada siswa untuk meningkatkan pemahaman dan mencegah perilaku merokok siswa juga mempertimbangkan pemberian sanksi yang sesuai bagi siswa yang merokok.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ADOLESCENTS - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SMOKING - ADDICTION - PERSONAL HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>613.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144725</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 15:24:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 16:12:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>