<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144721">
 <titleInfo>
  <title>PROBLEMS ENCOUNTERED BY TOUR GUIDES IN COMMUNICATING WITH FOREIGN TOURISTS AT THE ACEH TSUNAMI MUSEUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BAMBANG LESMANA          DWI PUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">en</languageTerm>
  <languageTerm type="text">English</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kesulitan yang dihadapi oleh pemandu wisata dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing di Museum Tsunami Aceh. Penelitian ini juga berusaha mengidentifikasi strategi yang digunakan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Studi deskriptif kualitatif dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pemandu wisata untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama yang dihadapi oleh pemandu wisata adalah kurangnya kosakata, kesalahan tata bahasa, rasa gugup, dan lingkungan yang bising. Untuk mengatasi kesulitan ini, pemandu wisata menggunakan berbagai strategi, seperti menggunakan aplikasi penerjemah, memparafrasekan kalimat, dan menggunakan gerakan tubuh untuk meningkatkan pemahaman. Kesimpulannya, pemandu wisata di Museum Tsunami Aceh menghadapi kesulitan dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing, terutama terkait kosakata dan tata bahasa, namun mereka mampu mengatasinya melalui strategi komunikasi adaptif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SPEAKING - APPLIED LINGUISTICS</topic>
 </subject>
 <classification>418</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144721</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 15:09:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 15:35:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>