<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144669">
 <titleInfo>
  <title>KONFLIK SOSIAL DALAM PEMERINTAHAN GAMPONG (STUDI KASUS TUHA PEUT DAN KEUCHIK TERPILIH DI GAMPONG KRUENG BATU)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syafrida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konflik Sosial Dalam Pemerintahan Gampong antara Tuha Peut dan Keuchik Terpilih di Gampong Krueng Batu merupakan konflik yang mencerminkan dinamika ketegangan yang timbul akibat perbedaan kepentingan, pandangan, dan ketidakselarasan tujuan kedua pihak yang memiliki peran penting dalam tata kelola gampong. Ketidakselarasan tujuan antara Keuchik dan Tuha Peut memperburuk hubungan kerja hingga mengakibatkan pada perpecahan, yang seharusnya bersifat kolaboratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konflik sosial dalam pemerintahan gampong antara Keuchik terpilih dan Tuha Peut di Gampong Krueng Batu. Menggunakan teori Konflik Sosial dari Ralf Dahrendrof dengan dua indikator utama, yaitu Konflik Destruktif dan Konflik Konstruktif. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Keuchik, Tuha Peut sebagai aktor berkonflik, perangkat gampong, dan masyarakat gampong. Informan dipilih menggunkan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang tidak efektif dapat memicu konflik destruktif. Kasus ini menunjukkan bahwa komunikasi yang buruk memicu tindakan pembunuhan karakter sebagai salah satu bentuk manifestasi konflik. Melalui pendekatan kualitatif, studi kasus dengan metode wawancara mendalam dan analisis dokumen, ditemukan bahwa ketidakmampuan kedua pihak untuk kolaborasi secara efektif serta kurangnya komunikasi menciptakan kondisi yang kondusif bagi konflik berkepanjangan. Pembunuhan karakter menjadi strategi yang digunakan Tuha Peut untuk melemahkan posisi Keuchik, berdampak negatif terhadap stabilitas dan harmoni sosial di Gampong. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik tidak hanya merugikan individu yang terlibat, tetapi juga mengancam terjadinya perpecahan dalam pemerintahan gampong. Diperlukan peningkatan komunikasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mencegah terjadinya konflik destruktif di masa depan.&#13;
Kata Kunci: Konflik Sosial, Pemerintahan gampong, Keuchik, Tuha Peut.&#13;
 &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIAL CONFLICT</topic>
 </subject>
 <classification>303.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144669</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 11:58:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 12:22:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>