<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144637">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP BERDASARKAN HASILRNNILAI SNOT-22 PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIKRNSEBELUM DAN SESUDAH TERAPI IRIGASI NASALRNDENGAN LARUTAN NACL 0,9%</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAIHAN SYAKIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Rinosinusitis kronik (RSK) adalah penyakit inflamasi pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung selama atau lebih dari 12 minggu, penyakit ini sering kali menyebabkan gangguan fisik, emosional, dan sosial pada pasien. RSK dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan yang ditandai dengan gejala seperti hidung tersumbat, nyeri/tekanan pada wajah, dan gangguan penciuman. RSK membutuhkan perawatan yang proaktif, maka dari itu, irigasi nasal dengan menggunakan NaCl 0,9% dianggap merupakan terapi suportif yang dapat membantu menangani penyakit RSK. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan kualitas hidup berdasarkan hasil nilai kuesioner Sinonasal Outcome Test-22 (SNOT-22) yang berisi 22 pertanyaan kepada pasien RSK sebelum dan 10 hari sesudah terapi irigasi nasal menggunakan larutan NaCl 0,9%. Penelitian ini dilakukan secara observasi analitik dengan pendekatan cross sectional, dan melibatkan 36 pasien dewasa (18–60 tahun) yang didiagnosis RSK di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh. Data diperoleh melalui kuesioner SNOT-22 sebelum dan 10 hari sesudah terapi irigasi nasal. Penelitian ini mengidentifikasi prevalensi RSK yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki, serta pada kelompok usia dewasa muda (20–40 tahun), yang diduga terkait dengan faktor hormonal dan paparan lingkungan. Uji normalitas pada penelitian ini memiliki p value &gt; 0,05 sehingga secara statistik distribusi data untuk kelompok tersebut terdistribusi normal. Data yang terdistribusi normal maka metode uji yang digunakan untuk membandingkan data sebelum dengann sesudah adalah uji t-berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil nilai SNOT-22 sebelum dan 10 hari sesudah terapi irigasi nasal dengan menggunakan NaCl 0,9% (p-value &lt; 0,05) Penurunan hasil nilai SNOT-22 ini mencerminkan perbaikan gejala fisik, seperti hidung tersumbat dan nyeri wajah, serta peningkatan aspek emosional dan sosial pasien.&#13;
Kata Kunci: Rinosinusitis Kronik, Kualitas Hidup, SNOT-22, Irigasi Nasal, Larutan NaCl 0,9%.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144637</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 10:39:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 10:42:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>