<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144605">
 <titleInfo>
  <title>INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA SISWA SMA NEGERI 3 KUALA NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmiyati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Bimbingan dan Konseling</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan seorang remaja sangat membutuhkan interaksi sosial yang baik dengan teman sebaya. Untuk mengerjakan hal yang positif agar mereka dapat berkembang secara optimal menuju kedewasaan.  Individu memiliki kemampuan yang berbeda sehingga dalam mengekspresikan kemampuan tersebut individu memiliki cara yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran interaksi sosial teman sebaya siswa SMA Negeri 3 Kuala Nagan Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data diperoleh diolah dengan cara melakukan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh ialah Secara umum siswa SMA Negeri 3 Kuala Nagan Raya memiliki hubungan interaksi sosial dengan teman sebaya tergolong baik. Proses interaksi sosial tidak hanya dilakukan dengan teman sebaya di lingkungan sekolah, namun juga dengan lingkungan sekolah lain yang berbeda. Sebagai makhluk sosial manusia memiliki hubungan dengan lingkungannya yang akan mendukung keberlangsungan hidupnya. Lingkungan sekolah merupakan lingkungan kedua setelah lingkungan keluarga dimana siswa-siswi belajar melakukan interaksi sosial. Interaksi sosial yang dilakukan oleh individu baik dengan individu yang lain maupun individu dengan kelompok, memiliki tujuan yang sama. Dalam melakukan interaksi sosial tentunya setiap individu memiliki cara masing-masing. Interaksi sosial dilakukan didalam kelas maupun diluar kelas, dalam hubungan interaksi membutuhkan keterbukaan agar tidak menimbulkan bias dan menyebabkan adanya masalah. Individu pastinya akan mengalami berbagai masalah dalam menyesuaikan diri sebelum melakukan interkasi sosial dengan lingkungannya</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIAL INTERACTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COUNSELING - EDUCATION</topic>
 </subject>
 <classification>302</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144605</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 09:51:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-31 11:57:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>