<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144361">
 <titleInfo>
  <title>MAMPUKAH SEKTOR KEUANGAN MENGURANGI KEMISKINAN DAN DISPARITAS PENDAPATAN MELALUI PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA? ANALISIS KOMPARATIF ANTARA KEUANGAN SYARIAH VS KONVENSIONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maulidar Agustina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh sektor keuangan (Perbankan dan Pasar Modal) syariah dan konvensional dalam menurunkan kemiskinan dan disparitas pendapatan melalui mediasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Data yang digunakan adalah data time series bulanan dari tahun 2017 – 2023. Kemiskinan diukur menggunakan poverty headcount ratio, disparitas pendapatan menggunakan rasio Gini, dan pertumbuhan ekonomi menggunakan Industrial Production Index (IPI). Penelitian ini juga menggunakan berbagai indikator dari perbankan dan pasar modal baik syariah maupun konvensional, dengan data yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) yang terbagi kedalam tiga model, penelitian ini menemukan hasil sebagai berikut: variabel perbankan syariah seperti ROA(s), PMK, PIN, dan PKO memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, yang membantu pengurangan kemiskinan dan penyempitan gap disparitas pendapatan. Sebaliknya, NPF dan BOPO(s) berdampak negatif terhadap hasil tersebut. Variabel perbankan konvensional seperti ROA(k), KMK, dan KKO juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan. Di pasar modal, variabel pasar syariah seperti JII dan SUK, serta instrumen pasar konvensional seperti OBL dan RDK, memainkan peran signifikan dalam mengatasi kemiskinan dan kesenjangan pendapatan. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya kebijakan sektor keuangan yang mampu memanfaatkan instrumen keuangan syariah dan konvensional secara efektif untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Implikasi dari temuan ini sangat relevan bagi pembuat kebijakan di Indonesia, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan pendapatan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144361</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-30 13:40:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-30 15:51:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>