<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144277">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH PESISIR  PANTAI DI DESA BABAH IE KECAMATAN JAYA KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurhalisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas pertanian Ilmu Tanah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah pesisir merupakan area peralihan yang sangat dipengaruhi oleh ekosistem                                                                                                                                                                                                                                                                                             daratan dan lautan, di mana karakteristik tanah dapat beragam akibat akumulasi garam laut dan pengaruh aktivitas manusia. Mengingat pentingnya produksi padi di daerah ini dan tantangan yang dihadapi, seperti kadar garam yang tinggi yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman, maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi sifat kimia tanah pada lahan sawah pesisir pantai di Desa Babah Ie, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan gambaran mengenai sifat kimia tanah di lahan sawah pesisir. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel tanah dari beberapa titik secara acak dari pantai yaitu titik A, B, C, D, dan E, titik sampel pada penelitian ini diambil dengan jarak antar titik yaitu 50 m. Analisis kimia tanah dilakukan untuk mengevaluasi pH, daya hantar listrik (DHL), kandungan karbon organik (C-organik), nitrogen total, ketersediaan fosfor (P-tersedia), kalium-dapat ditukar (K-dd), kalsium-dapat ditukar (Ca-dd), magnesium-dapat ditukar (Mg-dd), dan natrium-dapat ditukar (Na-dd), kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), sodium adsorption ratio (SAR), exchangeable sodium percentage (ESP).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di lokasi penelitian umumnya bersifat agak alkalis, dengan rerata pH &gt; 8. pH tertinggi (8,29) pada titik B, dan pH terendah (7,93) di titik D. Nilai DHL yang sangat rendah (0,10 – 0,15 mS cm⁻¹). C-organik bervariasi 0,48 – 0,65%, (sangat rendah). Nitrogen total yang sangat rendah (0,06 – 0,08%). P-tersedia rendah 11,27 mg kg⁻¹ (titik E), sangat rendah 0,48 (titik B), kandungan Na-dd berkisar 0,165 –  0,195 cmol+ kg⁻¹ kriteria rendah. Kandungan K-dd berkisar 0,035 – 0,045 cmol kg⁻¹, menunjukkan kriteria sangat rendah. Rerata Ca-dd di titik A (11,145 cmol+ kg⁻¹), di titik D adalah 10,64 cmol+ kg⁻¹ menunjukkan kriteria tinggi – sedang. Kandungan Mg-dd antara 0,94 – 0,985 cmol+ kg⁻¹, kriteria rendah. Nilai KTK tanah yang rendah, berkisar 12,6 cmol+ kg⁻¹ di titik A hingga 15 cmol+ kg⁻¹ di titik E. Kandungan KB sangat tinggi (98,03% di titik A), SAR yang rendah di seluruh titik. Rerata nilai ESP &lt; 2%, dengan nilai tertinggi 1,54% di titik A, nilai terendah 1,20%  di titik E, kriteria sangat rendah. &#13;
Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang sifat kimia tanah pada lahan sawah pesisir di Desa Babah Ie, yang menunjukkan kondisi tanah yang kurang ideal untuk pertanian, terutama dengan tingginya kadar garam, alkalinitas, dan rendahnya kandungan nutrisi penting seperti C-organik, N, dan K. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan lahan yang lebih intensif, termasuk penambahan bahan organik dan nutrisi, untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah ini. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144277</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-30 10:05:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-30 10:12:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>