<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144247">
 <titleInfo>
  <title>TEKNIK PEMBIUSAN MENGGUNAKAN SUHU RENDAH TERHADAP IKAN PATIN (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) DALAM TRANSPORTASI TANPA MEDIA AIR (SISTEM KERING)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD IRSAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan	Budidaya Perairan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Transportasi ikan merupakan faktor penting dalam proses produksi dan pemasaran saat ini. Salah satu metode yang digunakan adalah transportasi ikan hidup tanpa air (sistem kering) dengan teknik anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu rendah terhadap pembiusan dan tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR) ikan patin (Pangasius hypophthalmus) dalam transportasi tanpa media air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 4 perlakuan suhu (5-6°C, 7-8°C, 9-10°C, dan 11-12°C) dan 5 ulangan. Ikan patin yang telah dibius menggunakan suhu rendah dimasukkan ke dalam wadah styrofoam dan diangkut selama 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh signifikan terhadap waktu pembiusan ikan patin. Semakin rendah suhu, semakin cepat ikan mengalami pembiusan. Perlakuan A (5-6°C) menghasilkan waktu pembiusan rata-rata tercepat (2,84 menit), diikuti oleh perlakuan B (7-8°C) dengan 3,97 menit, perlakuan C (9-10°C) dengan 6,6 menit, dan perlakuan D (11-12°C) dengan 8,96 menit. Perbedaan waktu pembiusan antara perlakuan A dan D sangat signifikan secara statistik (p &lt; 0,05). Namun, suhu rendah tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap waktu penyadaran dan tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan patin (p &gt; 0,05). Waktu rata-rata penyadaran ikan patin adalah 6,39 menit, sedangkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi dicapai pada perlakuan B (7-8°C) sebesar 40%, diikuti oleh perlakuan C (9-10°C) sebesar 30%, perlakuan D (11-12°C) sebesar 10%, dan perlakuan A (5-6°C) dengan SR 0%.&#13;
Kata Kunci: Ikan Patin, Transportasi, Anestesi, Suhu&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144247</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-28 19:34:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-30 09:22:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>