<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144181">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN FREKUENSI ANGULAR CHEILITIS SETELAH PENCABUTAN GIGI DI RUMAH SAKIT GIGI MULUT UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH (PERIODE JUNI-JULI 2024)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Fakhirah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cedera jaringan lunak merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat penggunaan instrumen yang tidak tepat. Gaya retraksi yang berkepanjangan dan berlebihan serta pembukaan mulut yang lebar dapat menjadi faktor munculnya luka pada sudut mulut. Luka pada sudut mulut disebut juga angular cheilitis merupakan lesi yang ditandai dengan kemerahan dan ulserasi pada satu atau kedua sudut mulut. Luka ini dapat terjadi akibat faktor iatrogenik, defisiensi nutrisi dan infeksi mikroba. Angular cheilitis mempunyai gejala sensasi terbakar, nyeri dan mudah berdarah saat beraktivitas sehingga dapat memberikan dampak buruk untuk kualitas hidup penderitanya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran frekuensi angular cheilitis di Rumah Sakit Gigi Mulut USK. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian studi kasus. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien yang berobat ke bagian bedah mulut RSGM USK dan sudah dilakukan pencabutan gigi oleh dokter gigi muda periode Juni 2024 - Juli 2024. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kasus angular cheilitis setelah pencabutan gigi sebanyak 12 kasus dari 90 pasien yang terdiri dari 10 perempuan dan 2 laki-laki. Usia yang lebih mendominasi yaitu 15-24 tahun dan angular cheilitis terjadi pada pencabutan gigi regio posterior.Kesimpulan dari penelitian ini angular cheilitis dapat terjadi setelah pencabutan gigi terutama pada pencabutan gigi posterior pada rahang atas maupun rahang bawah yang dapat timbul 1 hari setelah pencabutan. Frekuensi angular cheilitis setelah pencabutan gigi sebanyak 12 dari 90 pasien yang melakukan pencabutan gigi atau 13,3%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TOOTH EXTRACTION</topic>
 </subject>
 <classification>617.66</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144181</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 18:28:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-08 09:47:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>